RADARSITUBONDO.ID – Kehadiran Kepala DP3AP2KB Situbondo, H. Imam Hidayat, dalam turnamen Bahlil Mini Soccer 2026 sempat menjadi sorotan. Imam pun memberikan klarifikasi. Dia menegaskan, kehadirannya di ajang yang digelar Partai Golkar tersebut dalam kapasitas sebagai Ketua Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KMSI) Kabupaten Situbondo, bukan sebagai representasi partai politik.
Imam menjelaskan, kehadirannya berdasarkan undangan penyelenggara. Selain memimpin organisasi olahraga sepak bola mini di tingkat kabupaten, dia juga merupakan pemilik Lapangan Situbondo Mini Soccer yang menjadi lokasi pertandingan.
“Karena Bahlil Mini Soccer ini termasuk cabang olahraga yang saya pimpin, ya saya hadir. Saya juga akan hadir jika diundang penyelenggara atau partai yang lain ketika ada even mini soccer. Apalagi, saya memang owner lapangan tempat even,” tegas Imam, Selasa (13/10).
Menurut dia, Bahlil Mini Soccer merupakan kegiatan strategis untuk pembinaan atlet pemula. Turnamen tersebut melibatkan pelajar dari Situbondo dan Banyuwangi serta terbuka untuk umum. Kegiatan itu dinilai sejalan dengan upaya KMSI mengembangkan olahraga sepak bola mini di Situbondo.
“Sebagai Ketua KMSI Situbondo, saya harus mendukung siapa saja pihak yang akan membuat cabang olahraga sepak bola mini ini tumbuh dan berkembang pesat di Kabupaten Situbondo. Tujuannya untuk pembinaan atlet-atlet sepak bola mini,” terangnya.
Imam juga menjelaskan soal kaus turnamen yang dikenakannya saat menghadiri acara. Menurut dia, kaus tersebut merupakan seragam kegiatan olahraga yang dibagikan kepada seluruh undangan, bukan atribut deklarasi partai politik.
“Yang diundang kan banyak pihak, mulai Forkopimda hingga kepala OPD terkait. Saya diundang sebagai Ketua KMSI, bukan sebagai pejabat Pemkab,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Situbondo, Rahmad, menyatakan bahwa kaus Bahlil Cup yang dikenakan Imam bukan bagian dari atribut partai. Dia mengaku sempat duduk bersama Imam saat kegiatan berlangsung.
Menurut Rahmad, Imam menyampaikan bahwa dirinya berupaya bersikap profesional dalam setiap kegiatan olahraga sepak bola mini, termasuk dengan mengenakan seragam turnamen.
“Artinya, kalau nanti ada partai lain yang menggelar acara serupa, ya akan digunakan,” ujar Rahmad.
Klarifikasi tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap kehadiran seorang pejabat pemerintah daerah dalam kegiatan olahraga yang diselenggarakan partai politik. Imam menekankan bahwa kehadirannya berkaitan dengan peran di organisasi olahraga dan statusnya sebagai pemilik lapangan tempat pertandingan berlangsung.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Situbondo, Syaifullah menambahkan bahwa dalam menyikapi persoalan kehadiran H. Imam Hidayat pada turnamen Bahlil Cup 2026, Fraksi Golkar berpijak pada prinsip objektivitas, keadilan, dan penghormatan terhadap aturan yang berlaku.
“Sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Situbondo, saya menegaskan bahwa persoalan ini harus ditempatkan secara proporsional . Pak Imam hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua KSMI Kabupaten Situbondo sekaligus pemilik lapangan yang digunakan untuk turnamen tersebut.
Karena itu, konteks kehadirannya harus dilihat secara utuh. Penggunaan kaos event yang diberikan kepada para undangan tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan bahwa yang bersangkutan menunjukkan keberpihakan politik,” tegasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo