Bukan Sekadar Bebas dari Penjara, Narapidana Rutan Situbondo Kejar Ijazah Paket A, B, dan C

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:43 WIB
HARAPAN BARU: Warga Binaan Pemasarakatan (WBP)  sibuk mengerjakan materi belajar di dalam rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, Selasa (13/10). (HUMAIDI/JPRS)
HARAPAN BARU: Warga Binaan Pemasarakatan (WBP) sibuk mengerjakan materi belajar di dalam rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, Selasa (13/10). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Kembali ke rumah dengan membawa ijazah menjadi harapan bagi warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo yang sempat putus sekolah. Di balik tembok rutan, mereka kini mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan Paket A, B, dan C, Selasa (13/10).

Program tersebut memfasilitasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk memperoleh pendidikan setara jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain mengisi waktu selama menjalani masa tahanan, pendidikan diharapkan menjadi bekal untuk memperbaiki masa depan setelah kembali ke masyarakat.

Augi, salah seorang warga binaan, mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar. Menurut dia, program tersebut membuka peluang bagi mereka yang sebelumnya tidak menuntaskan pendidikan formal untuk meraih ijazah kesetaraan.

“Setidaknya kami yang dulu tidak lulus SD dan tidak lanjut SMP bisa dapat ijazah juga. Katanya, meskipun hanya kejar paket, ijazahnya resmi dan diakui setara dengan pendidikan formal,” ungkap Augi.

Bagi Augi, ijazah itu bukan sekadar dokumen pendidikan. Dia berharap bisa pulang membawa sesuatu yang membanggakan bagi keluarga, selain menyelesaikan masa hukumannya.

“Kami sangat berterima kasih sudah difasilitasi kejar paket. Yang pasti, program ini menunjukkan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri,” tegasnya.

Kepala Rutan Situbondo Suwono mengatakan, pendidikan merupakan bagian penting dari pembinaan warga binaan. Menurut dia, keterbatasan akses pendidikan pada masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus belajar.

“Melalui Paket A, B, dan C ini, kami ingin warga binaan terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Ilmunya menjadi bekal saat kembali ke masyarakat agar lebih produktif,” ujar Suwono.

Rutan Situbondo juga mengapresiasi dukungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) RUMPIN INDDAS dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan tersebut. Kolaborasi itu diharapkan menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi warga binaan.

Suwono menegaskan, fasilitasi pendidikan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan sekaligus pembinaan humanis yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui program ini, masa menjalani hukuman diharapkan tidak hanya menjadi waktu untuk menjalani proses hukum, tetapi juga kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan pendidikan, dan menyiapkan langkah baru ketika kembali ke tengah masyarakat. (hum/pri)

 

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Kejar paket Pendidikan narapidana Ijazah kesetaraan warga binaan rutan situbondo