BANYUWANGI, RadarSitubondo.id – Insiden kecelakaan tunggal yang menimpa tiga pelajar di tikungan maut Sengkan Mayit, Kawah Ijen, Banyuwangi, sepekan lalu menjadi perhatian banyak pihak.
Petugas gabungan dari, Satlantas Polresta Banyuwangi, dan UPT P3LLAJ Banyuwangi memasang ban bekas di lokasi tersebut.
Pemasangan di pinggir jalan dilakukan untuk menekan insiden kecelakaan di jalur destinasi menuju Taman Wisata Alam (TWA) Ijen tersebut.
"Ada penambahan kurang lebih 200 ban yang kita pasang di turunan Sengkan Mayit," ujar Kepala Dishub Banyuwangi, Pudjo Hartanto.
Menurut Pudjo, jalur menuju Kawah Ijen memang berbahaya karena memiliki banyak tanjakan, turunan, dan kelokan yang cukup tajam.
“Pengendara roda dua dan roda empat harus lebih hati-hati karena tempat tersebut rawan terjadi kecelakaan atau black spot. Selain Sengkan Mayit, titik rawan lainnya adalah Erek-Erek dan Sengkan Saleh," paparnya.
Di tiga titik tersebut, jelas Pudjo, kerap terjadi kecelakaan. Dengan pemasangan bas bekas diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan. "Kita lakukan upaya antisipasi untuk mengurangi kecelakaan fatal yang dialami pengendara," ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, faktor penyebab kecelakaan dipicu kesalahan pengendara motor, terutama jenis matic.
Ketika melintasi tikungan tajam dan menurun, pengendara kurang menguasai medan. Ada pula kondisi kendaraan yang kurang prima menyebabkan rem blong.
"Selain memasang ban, rencananya nanti kita tambah tumpukan sekam guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalur tersebut,’’ tegansya.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Dwi Wijayanto mengatakan, sudah ada tiga kali insiden kecelakaan di tempat tersebut, baik sepeda motor maupun mobil.
"Kita mengimbau kepada wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi lebih dulu mengecek kendaraannya agar tidak terjadi kecelakaan saat hendak menuju TWA Kawah Ijen," pintanya.
Tikungan maut Sengkan Mayit masuk Desa Tamansari, Kecamatan Licin, kembali memakan korban, Minggu lalu (29/10).
Kali ini menimpa tiga pelajar yang baru turun dari Paltuding, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen.
Sepeda motor yang dikendarai tiga pelajar MTs Negeri 3 Banyuwangi tersebut oleng, lalu menghantam pembatas jalan.
Sebelum kecelakaan, ketiga korban sempat dikejar monyet ekor panjang. Kemungkinan, mereka ketakutan dan akhirnya memacu kendaraannya cukup kencang.
Ketiganya mengalami luka cukup parah setelah sepeda motor Honda Vario bernopol P 3516 VG yang ditumpangi menghantam pembatas jalan.
Mereka adalah Zahra Alya Salsabila, 14, asal Desa Blambangan, Muncar; Febrizia Aulya Rahma, 14, asal Desa Sraten, Kecamatan Cluring; dan Neyna Fernanda Putri, 15, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.
”Ketiganya berboncengan dengan satu sepeda motor,” ujar Kanit Gakkum Polresta Banyuwangi Iptu Dwi Wijayanto. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin