BANYUWANGI, RadarSitubondo.id – Seorang siswa SMP di Banyuwangi kembali menjadi korban penganiayaan.
Kali ini menimpa Fachri Alfathurrizky, pelajar yang tinggal di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi.
Petaka tersebut terjadi pada Sabtu (4/11) pukul 22.00 di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banyuwangi. Siswa yang masih duduk di bangku kelas III SMP tersebut dianiaya oleh dua orang sekaligus.
Akibatnya, korban mengalami luka-luka di bagian kepala dan kaki.
”Adik saya dikeroyok dua orang, diseret, dipukuli hingga ditendang oleh para pelaku,” ujar kakak ipar korban, Dedi Yanuar Pribadi.
Dedi menjelaskan, insiden tersebut bermula saat korban menghampiri temannya di TMP. Malam itu korban datang ke lokasi seorang diri dengan naik sepeda motor milik temannya.
”Begitu tiba di TMP, adik saya dihampiri oleh temannya dan disalami,” katanya.
Bersamaan dengan itu ada seseorang yang tidak dikenal dari belakang menghampirinya. Tiba-tiba, korban dipiting dan ditarik hingga jatuh dari atas sepeda motornya.
”Saat terjatuh itulah, korban dikeroyok dua orang sekaligus. Dipukuli hingga diinjak-injak, sampai korban mengalami luka-luka di bagian kepada dan kaki,” terangnya.
Seusai memukuli korban, kedua orang misterius tersebut kabur menggunakan sepeda motor. Teman-teman korban juga tidak ada yang mengetahui identitas pelaku.
”Tidak ada yang mengenalinya, bahkan adik ipar saya tidak pernah ada musuh baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ungkap Dedi.
Dedi menambahkan, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi. Pihak keluarga hanya berharap para pelaku segera tertangkap. ”Kami sudah lapor ke polisi serta melakukan visum,” jelasnya.
Beruntung, insiden tersebut terekam kamera CCTV yang berada di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Rekaman tersebut juga sudah diamankan sebagai bukti untuk proses penyidikan aparat kepolisian.
Polresta Banyuwangi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mulai mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk mengidentifikasi para pelaku.
”Masih dalam proses lidik, kami masih kumpulkan sejumlah keterangan baik korban, saksi, dan bukti yang ada,” tegas Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Iptu Agus Suprapto.
Sementara itu, korban Fachri Alfathurrizky mengaku masih trauma atas insiden yang menimpanya. Dia terpaksa izin tidak masuk sekolah.
”Trauma itu pasti, makanya saya berharap bisa segera diketahui pelakunya siapa,” ungkapnya.
Fachri menambahkan, dirinya tidak mengenali pelaku sehingga kuat dugaan dirinya jadi korban salah sasaran.
”Saya sempat minta ampun agar tidak dipukuli, namun tetap dipukuli oleh pelaku dan tidak bisa melawan. Bahkan teman-teman saya yang akan memisah juga mau dipukuli,” bebernya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin