Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kue Putu Banyak Dijual di Lapak PKL, Masuk 100 Kue Populer Internasional

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 18 Januari 2025 | 19:43 WIB
MENDUNIA: Kue putu bumbung yang dijual pedagang di tepi jalan di Banyuwangi.
MENDUNIA: Kue putu bumbung yang dijual pedagang di tepi jalan di Banyuwangi.

RadarSitubondo.id - Kue putu merupakan salah satu makanan kukus tradisional Indonesia. Meski lebih banyak di jual di lapak pedagang kaki lima (PKL), kue ini mendapat pengakuan sebagai kue populer.

Kue ini terbuat dari tepung ketan yang dibumbui dan diwarnai dengan daun pandan. Kemudian, kue diisi gula merah yang manis.

Proses memasaknya dilakukan secara tradisional dalam tabung bambu. Biasanya, kue putu  disajikan dengan taburan kelapa parut segar. Sehingga aromanya sangat menggugah selera.

Awalnya, isian kue putu adalah kacang hijau, namun seiring waktu, masyarakat Indonesia mulai menggantinya dengan gula merah yang lebih mudah didapatkan. Hal ini menunjukkan adaptasi kue putu terhadap bahan-bahan lokal.

Seiring berjalannya waktu, berbagai varian kue putu muncul. Termasuk kue putu hijau (dari pasta pandan), putu hitam (dari beras ketan hitam), dan putu kukus modern yang tidak menggunakan tabung bambu.

Kue putu memiliki akar sejarah yang dapat ditelusuri hingga Tiongkok. Pada mana pada masa Dinasti Ming, terdapat kue bernama XianRoe Xiao Long. Kue ini terbuat dari tepung beras dan diisi dengan kacang hijau, dan dimasak dalam tabung bambu.

Selanjutnya, kue ini mulai dikenal di Indonesia. Kue ini tercatat dalam naskah sastra Serat Centhini. Dalam naskah tersebut, kue ini disebut sebagai "puthu" dan menjadi bagian dari hidangan pagi di istana.

Nama "putu" diperkirakan berasal dari kata "puthu bumbung", yang berarti kue isian (gula jawa) yang dibuat menggunakan buluh. Setelah itu, kue putu telah berkembangn menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia.

Kue putu sering dijual oleh pedagang kaki lima. Terutama saat matahari terbenam hingga larut malam. Suara khas uap yang keluar dari alat kukusnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Selain dikenal sebagai jajanan pasar, kue ini juga sering disajikan dalam berbagai acara dan perayaan.

Sementara itu, kue putu baru-baru ini mendapatkan pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar 100 kue terpopuler di dunia versi Taste Atlas. Kue putu berhasil meraih peringkat ke-28 dalam daftar 100 kue terbaik di dunia dan posisi ke-86 dalam daftar 100 kue terpopuler di dunia. Ini menunjukkan popularitasnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga merambah ke mancanegara. (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#kuliner #Kue Populer #kue putu #tradisional