RadarSitubondo.id - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo sukses menggelar bazar kuliner sekali dalam sepekan. Rujak buatan mereka menjadi yang paling laris dibanding menu lainnya.
Kegiatan bazar digelar sebagai media untuk menampung hasil pelatihan tata boga yang telah didapatkan WBP selama masa pembinaan. Menu makanan yang dibuat sangat beragam dan dijual dengan harga yang murah sehingga ramah di kantong.
"Makanan yang dibuat dan dipasarkan banyak, ada kue, minuman, nasi bungkus hingga rujak. Paling laris rujaknya" ujar Karutan Situbondo Rudi Kristiawan, Minggu (19/1).
WBP bisa menyadari bahwa jualan merupakan hal yang mudah dan cukup gampang untuk meraup keuntungan. Terbukti, jualan rujak dengan modal sedikit bisa mendapat penghasilan yang lumayan besar dalam sehari.
"Bikin kue masih ribet menggoreng, prosesnya juga lama dan bahannya mahal. Rujak, cukup modal Rp. 100 ribu udah cukup," kata Rudi.
Dikatakan, bazar khusus WBP baru dilaksanakan satu kali dan akan berkelanjutan. Dengan banyak program di dalam Rutan setidaknya WBP tidak jenuh selama menjalani masa hukuman.
Hari-harinya terjadwal dengan agenda seperti di rumah sendiri. "Pengajian mingguan ada, car free day meski di dalam tahanan juga ada, kerajinan tangan hingga pertanian juga ada," pungkas Rudi. (hum)
Editor : Ali Sodiqin