radarsitubondo.id - Kota Madiun kembali mencuri perhatian dengan kehadiran restoran unik berbentuk gerbong kereta api di jantung kota.
Bukan sekadar tempat makan biasa, resto tematik ini menggabungkan nuansa sejarah perkeretaapian dengan cita rasa kuliner modern.
Keunikan bentuknya, yang benar-benar menyerupai gerbong tua yang dipoles ulang, membuatnya jadi daya tarik baru tak hanya bagi warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar kota seperti Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, hingga Bali.
Yang membuat resto ini makin ramai diperbincangkan bukan hanya desainnya yang instagramable, tetapi juga lokasinya yang strategis dan semakin mudah dijangkau berkat kehadiran Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi).
Dengan progres tol yang kini sudah mencapai exit Besuki wilayah Kabupaten Situbondo hari ini, dan rencana jangka pendeknya yang akan menembus hingga Pelabuhan Ketapang, waktu tempuh dari wilayah timur Jatim ke Madiun akan sangat cepat sekali.
Biasanya warga harus menempuh perjalanan 9 jam sampai sepuluh jam dari Banyuwangi ke Madiun lewat jalan nasional.
‘’Sekarang dari Banyuwangi bisa enam jam ke Madiun saja lewat jalan tol Probowangi kalau tol ini sudah beroperasi penuh nantinya,” ujar Gerda, wisatawan asal Banyuwangi yang bermobil bersama keluarganya saat libur long weekend lalu.
Resto gerbong sepur ini punya konsep menyatu bersama sejarah panjang Madiun sebagai kota industri atau produsen kereta api dengan pabrik utama PT INKA.
Interior dalam gerbong KA tersebut mempertahankan nuansa klasik dengan kursi-kursi berbahan kayu jati, rel asli juga dipasang sebagai landasan gerbong.
Menunya pun mengusung perpaduan kuliner tradisional Jawa dan sentuhan modern, hingga aneka minuman hangat dan es yang disajikan dalam gelas khas stasiun kereta api.
Konsep gerbong kereta itu memang bukan hanya menjual makanan, tapi juga pengalaman dan tetenger Madiun sebagai pabrik sepur.
Pengunjung pun bisa merasakan sensasi makan di dalam gerbong sambil melihat hiruk-pikuk kota dari balik jendela seperti sedang dalam perjalanan.
Dengan meningkatnya konektivitas antarkota berkat Tol Probowangi yang sebentar lagi akan menyambung hingga pelabuhan Ketapang dan terkoneksi ke jaringan Tol Trans-Jawa, Madiun diprediksi bakal menjadi titik persinggahan populer baru di Jalur Timur. (*)
Editor : Bayu Saksono