Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Wali Murid MAN 2 Situbondo Keberatan Siswa Ditarik Iuran Rp 220 Ribu

Iwan Feriyanto • Selasa, 11 Februari 2025 | 17:09 WIB
TAMPAK DEPAN: Suasana MAN 2 Situbondo nampak sepi setelah aktivitas belajar mengajar selesai, di Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Senin (10/2).
TAMPAK DEPAN: Suasana MAN 2 Situbondo nampak sepi setelah aktivitas belajar mengajar selesai, di Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Senin (10/2).

RadarSitubondo.id – Salah seorang wali murid di MAN 2 Situbondo mengeluhkan iuran untuk acara pisah kenang kelas XII.

Dia merasa biaya yang harus dikeluarkan sangat membebani orang tua, khususnya bagi keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.

Salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut mengatakan, kepastian penarikan iuran tersebut terungkap melalui surat yang dikeluarkan MAN 2 Situbondo.

Disebutkan, sekolah membutuhkan anggaran Rp 33 juta lebih untuk acara pisah kenang Kelas XII. Segala biaya tersebut dibebankan kepada wali murid.

“Di dalam surat yang kami terima itu dijelaskan bahwa berdasarkan rapat panitia pisah kenang angkatan 32 – shangkara dan wali kelas pada tanggal 16 Januari 2025 menghasilkan keputusan akan mengadakan kegiatan pisah kenang dengan anggaran dana yang dibutuhkan sejumlah Rp 33,3 juta lebih,” ujarnya, Senin (10/2).

Dia menjelaskan, untuk kepentingan itu para wali murid diminta membayar iuran sesuai dengan hasil rapat tersebut. Yakni sebesar Rp 220 ribu atau Rp 245 ribu yang tertuang di dalam surat pernyataan untuk diisi para orang tua.

“Di dalam surat pernyataan yang kami terima ada pilihan yang harus diisi oleh orang tua, iuran sebesar Rp 220 ribu itu digunakan untuk pembuatan video angkatan dan perpisahan, lalu untuk biaya dekorasi, konsumsi, kalung wisuda dan panggung serta videotron,” ucapnya.

Dia berharap, MAN 2 Situbondo tidak perlu menyelenggarakan acara pisah kenang yang membebani wali murid. Kalaupun harus digelar cukup dikemas sesederhana mungkin. Sehingga, para wali murid tidak terbebani pembayaran iuran yang cukup memberatkan.

“Kalau bisa sekolah melaksanakan kegiatan pisah kenang lebih sederhana, fokus kepada makna pentingnya acara tersebut diselenggarakan saja tanpa harus mengeluarkan biaya yang memberatkan,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala MAN 2 Situbondo, H. Suhadi, S.Pd.,M.MPd menerangkan, rencana kegiatan pisah kenang siswa kelas XII diinisiasi oleh siswa sendiri. Sekolah hanya mendukung agar acara tersebut bisa berjalan lancar.

“Saya jelaskan, itu inisiatif siswa tidak ada dari lembaga, itu anak-anak menghadap saya mengajukan proposal mengadakan pisah kenang,” jelasnya.

Suhadi mengaku sudah menyarankan agar sebelum acara tersebut dilaksanakan perlu ada rapat bersama dengan para wali murid. Jika para orang tua setuju agar acara pisah kenang digelar sekolah sangat mendukung. Namun, kalaupun tidak setuju tidak ada persoalan.

“Sampai sekarang saya belum rapat dengan orang tua. Saya sebetulnya menyerahkan semuanya  kepada wali murid, mau dilepas atau tidak apa kata mereka,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#sekolah #pisah kenang #Iuran