RADARSITUBONDO.ID -Penayangan film dokumenter karya siswa SMAN 1 Panji disambut riang gembira. Sebanyak sepuluh judul film berhasil dibuat dan ditayangkan di aula SMAJI, Senin (10/12). Pembuatan film tersebut merupakan salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kreativitas siswa.
Waka Kurikulum SMAN 1 Panji, Ismail Badri menyatakan, pembuatan film dokumenter bagian dari sumatif kokurikuler untuk kelas XII. Kegiatan yang bertemakan 'Integritas melalui apresiasi film dokumenter', ini diharapkan akan menjadikan siswa-siswi dapat berkolaborasi antar sesama. Sehingga, kreativitas siswa dapat meningkat sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam, serta capaian 8 dimensi profil lulusan (DPL).
Adapun salah satu dimensi profil lulusan (DPL) adalah meningkatkan kreativitas siswa melalui wadah kokurikuler. Hal ini sesuai permendikdasmen nomor 13 tahun 2025, bahwa pembelajaran memuat 3 unsur, yaitu intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
"Kegiatan kokurikuler ditujukan untuk memperkuat intrakurikuler," terang Ismail kepada Jawa Pos Radar Situbondo.
Budi Santoso, koordinator kokurikuler menambahkan, bahwa dalam pembuatan film tersebut, siswa kelas XII dibagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing kelompok berkolaborasi untuk membuat film sesuai tema kokurikuler.
"Setelah film dibuat, nantinya ditayangkan, di tonton bersama, dan direview kembali oleh juri bersama murid di kelompok lain," ungkapnya.
Sedangkan kelompok yang tidak tampil dan tidak mereview, lanjut dia, mereka diwajibkan nonton bareng bersama kelompok lainnya. ”Pembuatan film ini sengaja mengambil setting tempat di sekitar sekolah. Karena selain memudahkan siswa, juga efisiensi anggaran,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah mengapresiasi setinggi-tingginya atas karya anak didiknya. Sebab, sepuluh judul film yang dihasilkan siswa, itu bukti nyata bahwa SMAN 1 Panji mampu menciptakan kemampuan siswa, dan meningkat kualiatas pendidikan.
“Setiap murid akan menjalani masa membangun rumah tangga, baik sebagai kepala keluarga maupun yang menjalankan roda perekonomian sehari-hari. Tentunya, kreativitas sangat dibutuhkan di era yang seperti sekarang ini. Terus semngat berkarya, tetap jaya dan berakhlak mulia,” ujar mantan Kepala SMAN 1 Panarukan tersebut.
Dia menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar nilai yang diperoleh dari siswa dalam lembaran raport. Melainkan pengalaman berharga tentang celah-celah yang dapat dimanfaatkan dalam menjalani hidup yang layak di masa-masa mendatang, dan kehidupan yang penuh tantangan.
“Guru bukan semata-mata mengajarkan kepada murid untuk menilai segala sesuatu dengan materi. Namun lebih dari itu sekolah menanamkan pemahaman tentang berharganya sebuah karya dan kreativitas yang dapat menopang kehidupan seseorang dan kelompok,” pungkasnya. (jon/pri)
Editor : Edy Supriyono