RADARSITUBONDO.ID – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Ansor, Kelurahan Mimbaan, Panji, Situbondo, terus melakukan inovasi demi kepentingan siswa. Berbagai terobosan telah dilakukan, salah satunya melalui program baru bernama Sistem Inklusif Pembelajaran Interaktif Terapi Anak Pintar (SIPINTAR). Ini adalah sistem terapi khusus bagi siswa.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, inovasi kali ini menjadi langkah baru SDIT Nurul Ansor dalam memberikan layanan pendidikan inklusif. Program ‘SIPINTAR’ bahkan berhasil meraih juara empat, karena memberikan dampak positif bagi para siswa di sekolah. “Sebagai lembaga pendidikan, sekolah tidak boleh memilih dan memilah siswa yang ingin masuk. Dari situ terlihat bahwa karakter siswa sangat beragam, sehingga inovasi seperti ini sangat diperlukan,” ujar Kepala SDIT Nurul Ansor, Sudibyo.
Sudibyo menjelaskan, program SIPINTAR sangat bermanfaat karena karakter siswa yang beragam, mulai dari yang aktif, sangat aktif, hingga yang cenderung pendiam dan pemalu. Dengan adanya program ini, siswa yang kurang aktif menjadi lebih berani, sementara siswa yang aktif menjadi lebih terarah. “Alhamdulillah, kami juga memiliki tenaga ahli yang mampu menerapkan program ini. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus harus kita jaga dan rawat,” jelasnya.
Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah agar siswa berkebutuhan khusus dapat berkembang setara dengan siswa lainnya. Sebagai pendidik, guru tidak boleh membeda-bedakan, melainkan harus memberikan perhatian dan terapi yang tepat. “Dari hasil terapi SIPINTAR, ada perubahan signifikan. Misalnya, anak yang awalnya sering tantrum berangsur berkurang. Ada juga yang sebelumnya pasif dan minim interaksi, setelah terapi mulai bisa berkomunikasi,” imbuhnya.
Pria yang kerap disapa Yoyok itu menambahkan, program ini juga sejalan dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an yang mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan sesama. Oleh karena itu, pihak sekolah terus berupaya menghadirkan solusi terbaik melalui inovasi tersebut. “Kami melaksanakan terapi setiap satu minggu sekali, tepatnya hari Kamis, dengan melibatkan tenaga ahli psikolog. Saat ini, ada belasan siswa yang sudah ditangani,” bebernya.
Sementara itu, Yoyok juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan program dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan ada orang tua yang merasa tersinggung.
Oleh karena itu, sebelum program dijalankan, pihak sekolah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. “Selain sosialisasi, kami juga melakukan pendekatan persuasif kepada siswa berkebutuhan khusus. Tujuannya agar pelayanan kepada anak-anak bisa maksimal. Alhamdulillah, orang tua menerima dan sudah merasakan hasilnya,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap program SIPINTAR dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Hingga saat ini, program tersebut terus memantau perkembangan siswa secara berkala, baik di sekolah maupun melalui laporan kepada orang tua. “Kami memiliki catatan perkembangan setiap siswa setelah terapi, yang kemudian dilaporkan kepada orang tua. Semoga ke depan program ini bisa semakin memaksimalkan pelayanan kami kepada para siswa di SDIT Nurul Ansor,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono