RADARSITUBONDO.ID – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Situbondo terus berupaya membangun profesionalisme guru melalui semangat penggerak inspirasi.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong para pendidik agar terus berkembang dan berinovasi.
Peningkatan kompetensi guru merupakan kunci utama dalam menciptakan generasi unggul. Guru dituntut untuk terus belajar, mengembangkan, dan meng-upgrade diri agar mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui program pengembangan profesional, pelatihan, serta forum diskusi, PGRI memberikan ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan inovatif.
“Peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan. Apalagi dari tahun ke tahun, kecanggihan teknologi semakin menjadi penentu, sehingga guru harus mampu mengikuti perkembangan tersebut,” ujar Ketua PGRI Situbondo, Drs. Suhartoni, M.Pd,.
Menurut dia, transformasi digital sangat diperlukan oleh guru. Pasalnya, dunia saat ini telah dihadapkan pada digitalisasi yang semakin canggih, yang nantinya juga akan berdampak pada peserta didik.
Oleh karena itu, PGRI terus mendukung berbagai upaya agar tantangan tersebut dapat diatasi. “Yang kami upayakan saat ini berupa kegiatan seperti workshop, bimbingan teknis (bimtek), hingga seminar, dan kami arahkan para guru untuk mengikuti kegiatan tersebut,” tambahnya.
Dia menjelaskan, berbagai kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki tindak lanjut berupa uji coba hingga perlombaan.
Hal ini bertujuan agar para guru benar-benar memahami dan mampu mengimplementasikan hasil dari kegiatan tersebut. “Bahkan hasilnya dilombakan. Itu merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas guru yang dilakukan oleh PGRI Situbondo,” jelasnya.
Selain itu, semangat penggerak inspirasi juga menjadi upaya untuk membangun karakter guru yang berdedikasi tinggi, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
PGRI optimistis, dengan terus menguatkan peran guru sebagai penggerak inspirasi, kualitas pendidikan di Situbondo akan semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Suhartoni juga menegaskan, PGRI tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi guru, memperjuangkan kesejahteraan guru. Tetapi juga bergerak di bidang sosial, hukum dan keagamaan.
"Hak-hak guru, seperti sertifikasi, terus dikawal hingga tuntas agar benar-benar diterima oleh para guru. Intinya, kami mengawal hak-hak guru hingga benar-benar masuk ke rekening masing-masing,” ujarnya.
Tak hanya itu, PGRI juga memperhatikan nasib guru PPPK di tengah isu efisiensi anggaran daerah yang berpotensi berdampak pada keberlangsungan mereka.
Menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab PGRI untuk terus mengawal dan memperjuangkan keberadaan para guru.
“Jangan sampai ada guru yang di rumahkan, kami sangat tidak sepakat. Mereka mengajar, dan jika dirumahkan, siapa yang akan mengajar?” tegas Suhartoni.
Dia berharap berbagai agenda dan kegiatan yang rutin dilakukan dapat memberikan pemahaman yang maksimal kepada para guru di Situbondo, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik.
“Harapannya ke depan, guru di Situbondo memiliki mental yang kuat, mampu bertahan, dan beradaptasi dalam segala situasi, terutama di era digitalisasi seperti saat ini,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono