RADARSITUBONDO.ID – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Situbondo terus melakukan peningkatan wawasan bagi seluruh guru di Situbondo. Langkah ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pengajar agar mampu mengikuti perkembangan dunia digital melalui Workshop Pendidikan yang digelar Selasa (12/5).
Kegiatan work shop pada dasarnya untuk memperluas wawasan guru terkait perkembangan dunia pendidikan, metode pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Pesatnya perkembangan zaman membuat para guru dituntut tidak tertinggal dalam mengikuti berbagai instrumen dan perkembangan teknologi pendidikan. Sebab, saat ini pembelajaran tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga kemampuan guru dalam memahami dunia teknologi. “Ini adalah kegiatan mandatori PGRI yang harus dan wajib dilaksanakan, karena berkaitan dengan bagaimana memberikan pembaruan dan peningkatan wawasan kepada seluruh guru di Situbondo,” kata Ketua PGRI Situbondo, Drs. Suhartoni, M.Pd.
Pria yang akrab disapa Toni ini menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen tidak hanya memperhatikan kesejahteraan guru, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Dengan begitu, para siswa dapat memberikan kebanggaan bagi lembaga pendidikan, daerah, maupun orang tua. “Utamanya juga penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) melalui engineering design process dan sistem,” tambahnya.
Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya mendukung penuh para guru yang telah mendedikasikan waktunya untuk membentuk karakter anak sejak dini. Oleh sebab itu, kegiatan wajib seperti workshop ini perlu terus dilaksanakan. “Guru merupakan pionir dan ujung tombak pembentukan karakter. Apalagi hasil dari kegiatan ini nantinya akan dilombakan untuk melihat seperti apa hasilnya dan seberapa penting perannya,” jelasnya.
Toni mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan tiga kali dalam setahun dan diikuti seluruh guru di Situbondo. Untuk saat ini, jumlah peserta yang mengikuti workshop kurang lebih mencapai 3.230 guru.
Dalam forum tersebut juga diberikan pengarahan mengenai cara menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan agar siswa merasa betah di kelas hingga proses pembelajaran selesai. Karena itu, workshop dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran para guru. “Dilombakan melalui proses seleksi oleh panitia, dengan penilaian dari video yang dikirim perwakilan guru TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK,” ucapnya.
Toni berharap ke depan seluruh guru memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu beradaptasi terhadap segala bentuk perkembangan serta perubahan teknologi, khususnya dalam dunia pendidikan. “Jadi, apa yang diinstruksikan oleh menteri harus kita kuasai, karena zaman terus berubah dan kita harus beradaptasi,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono