RADARSITUBONDO.ID – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bondowoso-Situbondo, Drs. Slamet Riyadi, menginginkan pendidikan di wilayah yang dipimpinnya memiliki kualitas lebih baik. Langkah tersebut sekaligus demi mewujudkan pendidikan berkelanjutan di Bondowoso dan Situbondo.
Diketahui, pria yang akrab disapa Slamet itu memimpin cabdin Pendidikan Situbondo - Bondowoso sejak 2023. Mantan Kepala Sekolah Taruna Bhayangkara di Kabupaten Banyuwangi itu datang dengan membawa jargon “Dinasti” yang berarti 'disiplin kinerja pasti'. Jargon tersebut digunakan untuk membangun kekompakan di lingkungan kerjanya sehingga tercipta kebersamaan dan berbagai prestasi.
“Sebelum-sebelumnya Situbondo mendapat rapor merah, terutama dalam akuntabilitas keuangan. Namun kemudian berhasil meraih juara tiga terkait akuntabilitas keuangan pada tahun 2024,” katanya.
Dia menyadari bahwa pembenahan harus dilakukan melalui berbagai terobosan. Namun, menurutnya, terobosan tidak harus rumit, melainkan dimulai dari hal mendasar seperti disiplin dan kekompakan. Sebab, itu menjadi fondasi utama untuk mencapai sebuah tujuan.
“Sejak saat itu jargon 'Dinasti' memberikan dampak dan hasil nyata, mulai dari penghargaan tingkat Jawa Timur hingga berhasil menjadi juara satu-dua kali berturut-turut dalam reporting tingkat DPP,” imbuhnya.
Tidak berhenti di situ, berbagai penghargaan terus diraih. Bahkan, pihaknya juga memperoleh penghargaan berupa piagam luar biasa dalam sport motivation dan menjadi juara satu tingkat Jawa Timur pada 2025 dalam membangun kekompakan di wilayah Cabdin Bondowoso - Situbondo.
“Alhamdulillah, wilayah Bondowoso-Situbondo selalu menjadi peserta terbanyak di setiap event tingkat provinsi, baik ASN maupun kegiatan pembelajaran lainnya. Dari kekompakan itu kami memperoleh banyak penghargaan,” terangnya.
Slamet juga menyadari bahwa saat pertama kali bertugas di Kacabdin Bondowoso-Situbondo, kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya kekompakan dan kedisiplinan. Karena itu, dia terus memegang teguh jargon Dinasti untuk membangkitkan semangat dan loyalitas terhadap pendidikan serta pelayanan kepada masyarakat. “Saya selalu mengarahkan teman-teman untuk menyukseskan setiap event. Jangan berpikir mampu atau tidak, karena itu urusan belakangan. Yang penting bagaimana setiap kegiatan bisa sukses,” paparnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga berdampak besar terhadap kinerja para pegawai. Bahkan, wilayah Bondowoso-Situbondo kini mampu masuk dalam lima besar penilaian kinerja. “Artinya, selama ini sebenarnya kemampuan itu ada, hanya saja teman-teman kurang kompak,” imbuhnya.
Slamet mengungkapkan, tantangan terbesar saat menerapkan sistem tersebut adalah menyatukan pola pikir setiap individu agar mampu berjalan sesuai harapan dan membangun sinergi antar sesama. “Obsesi saya saat ini adalah menjadikan wilayah Bondowoso-Situbondo sebagai penyumbang terbanyak bagi SNBP. Sebelum saya masuk, masih banyak siswa yang kurang berminat melanjutkan sekolah. Karena itu, kami terus memberikan motivasi di setiap sekolah hingga sekarang hampir setiap sekolah ada siswa yang melanjutkan ke jenjang berikutnya, bahkan jumlahnya terus meningkat setiap tahun,” katanya.
Slamet menegaskan, meskipun belum maksimal, setidaknya kondisi wilayah Bondowoso-Situbondo yang sebelumnya “berwarna merah” kini mulai berubah menjadi “biru”. Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Disdukcapil agar setiap siswa yang menerima ijazah juga memperoleh KK baru dengan perubahan status pendidikan dari lulusan SD menjadi lulusan SMA. “Selama ini data di KK tidak pernah diperbarui. Akibatnya, data pendidikan di Bondowoso-Situbondo terlihat merah.” ucapnya.
Dia berharap kualitas pendidikan di Bondowoso dan Situbondo terus meningkat, termasuk mendorong minat anak-anak untuk melanjutkan kuliah. Sebab, menurutnya, minat melanjutkan pendidikan tinggi di dua wilayah tersebut masih cukup rendah. “Karena itu, ketika siswa sudah mendaftar melalui jalur SNBP, saya dorong setiap guru untuk memberikan apresiasi maksimal melalui penilaian itu sendiri,” tutupnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono