RADARSITUBONDO.ID - SDN Dawuhan 1 (Sedatu) Kecamatan Situbondo memiliki tiga inovasi menarik. Pertama, ‘SEND FARMING’ (Smart Environment sNaDa FARMIN). Kedua, ‘IKHLAS BESTARI’ (Inovasi Kelola Hasil Limbah Akhir Sampah dan Bebas Sampah Tanpa Risik Polusi), ketiga ‘TEBAR SULAM’ (Terbiasa Menebar Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun).
1. Inovasi SEND FARMING: Mengubah Lahan Sekolah Menjadi Laboratorium Alam Berbasis Kepemimpinan Murid
SD Negeri 1 Dawuhan meluncurkan sebuah program ko-kurikuler inovatif bertajuk SEND FARMING (Smart Environment sNaDa FARMING). Inovasi ini dirancang untuk mengubah lingkungan sekolah menjadi ekosistem yang produktif, edukatif, aman, nyaman, dan menyenangkan. Menargetkan murid kelas 5 dan 6 sebagai penggerak utama, program ini hadir sebagai sarana kontekstual untuk menguatkan aspek akademik sekaligus pembentukan karakter murid.
Berawal dari Kepedulian Lingkungan dan Tantangan Zaman.
Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengoptimalkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan data awal, sekolah memandang perlunya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian murid dalam memecahkan masalah lingkungan.
Selain mendukung kurikulum Merdeka Belajar melalui pemanfaatan teknologi HP sebagai bagian dari literasi digital, SEND FARMING juga selaras dengan isu strategis kabupaten situbondo tahun 2025. Program ini berfokus pada Penguatan Sumber Daya Manusia dan Peningkatan Ekonomi Daerah dengan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Secara hukum, pelaksanaannya bersandar pada UU Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Daerah Kabupaten Situbondo mengenai RPJMD 2021-2026, hingga Perbup tentang Gerakan Literasi Sekolah dan Lingkungan Hidup.
Konsep Unik "Tanaman Asuh" dan 4 Tahapan Utama
Keunggulan utama SEND FARMING terletak pada pengelolaan "Tanaman Asuh". Setiap murid diberikan otoritas penuh dan tanggung jawab atas tanaman yang memiliki nilai estetika, nilai guna, dan nilai ekonomis.
Rancang bangun inovasi ini bergerak secara sistematis melalui empat tahapan utama:
• Tahap Identifikasi dan Inventarisasi: Murid belajar mengenali dan mendata berbagai jenis tanaman di lingkungan sekolah.
• Tahap Perawatan dan Pemanfaatan: Tanaman dikategorikan berdasarkan fungsinya, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman produktif.
• Tahap Integrasi Digital: Murid memanfaatkan perangkat HP secara bijak untuk mendokumentasikan pertumbuhan tanaman dan mencari referensi budidaya secara mandiri.
• Tahap Hilirisasi Produk: Murid mengolah hasil panen tanaman menjadi produk yang memiliki nilai jual atau nilai ekonomis.
Transformasi Nyata Sebelum dan Sesudah Inovasi
SEND FARMING berhasil mengubah paradigma belajar, menggeser peran murid dari sekadar objek menjadi subjek atau pemimpin pembelajaran (Student Agency). Penerapan SEND FARMING membawa perubahan besar pada ekosistem sekolah. Lahan sekolah yang dulunya pasif dan tidak terawat kini bertransformasi menjadi Laboratorium Alam yang produktif. Perubahan ini diikuti dengan pergeseran peran murid yang semula hanya menjadi objek pasif menerima instruksi, kini bangkit menjadi subjek atau pemimpin pembelajaran (Student Agency) yang bertanggung jawab penuh atas "Tanaman Asuh" mereka.
Dari sisi akademik, literasi dan numerasi tidak lagi terbatas pada buku teks di dalam kelas, melainkan dipraktikkan langsung lewat pendataan tanaman serta perhitungan pertumbuhan dan nilai ekonomi hasil panen. Pemanfaatan teknologi pun ikut berubah; HP yang awalnya sering dianggap mengganggu atau hanya untuk hiburan, kini dioptimalkan secara bijak sebagai sarana literasi digital positif untuk mencari referensi budidaya.
Terakhir, program ini berhasil membangun karakter Mandiri, Gotong Royong, dan Bertanggung Jawab yang sebelumnya kurang tertanam kuat pada murid. Hasil tanaman yang dulunya terbengkalai kini memiliki nilai ekonomis melalui hilirisasi produk yang memicu jiwa entrepreneurship sejak dini. Seluruh rangkaian ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan psikologis (well-being) murid, mengubah suasana belajar yang monoton menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
"Program ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu mahal, melainkan bergantung pada kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara cerdas dan inovatif."
Melalui optimalisasi aset yang ada, SD Negeri 1 Dawuhan berkomitmen melahirkan generasi tangguh yang literat secara digital, unggul secara karakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup. Harapan besarnya, pembiasaan positif ini tidak hanya berdampak di sekolah, melainkan turut dibawa oleh murid ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
2. INOVASI IKHLAS BESTARI (Inovasi Kelola Hasil Limbah Akhir Sampah dan Bebas Sampah Tanpa Risik Polusi)
Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat terutama di lingkungan SD Negeri 1 Dawuhan Kecamatan Situbondo. Peningkatan jumlah warga sekolah dan pola konsumsi yang tinggi menyebabkan volume sampah terus bertambah, sementara sistem pengelolaan sampah akhir belum sepenuhnya efektif dan berkelanjutan. Penumpukan sampah di tempat pengelolaan sampah akhir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti polusi udara dan tanah, serta risiko kesehatan bagi warga sekolah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pembuangan, tetapi juga pada pengolahan hasil limbah akhir secara aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Inovasi IKHLAS BESTARI (Inovasi Kelola Hasil Limbah Akhir Sampah dan Bebas Sampah Tanpa Risik Polusi) hadir sebagai solusi untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terpadu, mengurangi dampak negative limbah, serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.
Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah merupakan salah satu upaya penting dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik. SD Negeri 1 Dawuhan sebagai sekolah dasar yang berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan berupaya menerapkan inovasi IKHLAS BESTARI (Inovasi Kelola Hasil Limbah Akhir Sampah dan Bebas Sampah Tanpa Risik (polusi) melalui program pemilahan sampah. Program awal dari kegiatan ini adalah pemilahan dari sampah anorganik untuk dijadikan Kompos dan sampah organik dan memiliah sampah botol plastik. Program ini bertujuan memperkenalkan cara memilah sampah sejak usia dini dengan metode yang edukatif, sederhana, menarik, dan mudah dipraktikkan sehingga tercipta budaya sekolah yang bersih, sehat, serta ramah lingkungan. Akhir – akhir ini Inovasi Ikhlas Bestari memunculkan kegiatan baru yaitu membuat POC.
3. TEBAR SULAM ((Terbiasa Menebar Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun).
Situbondo – Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, mulai dari menurunnya etika pergaulan, rendahnya kedisiplinan siswa, hingga semakin berkurangnya interaksi sosial yang hangat di lingkungan sekolah, SDN 1 Dawuhan Kabupaten Situbondo menghadirkan sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar. Inovasi tersebut bernama TEBAR SULAM (Terbiasa Menebar Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun).
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan siswa di pagi hari. Lebih dari itu, TEBAR SULAM menjadi gerakan budaya sekolah yang menanamkan karakter, membangun kedisiplinan, meningkatkan literasi, memperkuat hubungan sosial, dan memanfaatkan teknologi digital dalam penguatan pendidikan karakter. Di SDN 1 Dawuhan, perubahan besar ternyata dimulai dari hal yang sangat sederhana: sebuah senyum, sapaan hangat, dan salam di gerbang sekolah.
Ketika Pendidikan Karakter Menghadapi Tantangan Zaman
Perubahan zaman membawa dampak besar terhadap perilaku anak-anak. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru.
Interaksi tatap muka semakin berkurang. Kebiasaan menyapa mulai memudar. Sopan santun tidak lagi menjadi budaya yang kuat di sebagian lingkungan. Bahkan kedisiplinan waktu menjadi persoalan yang sering dijumpai di berbagai sekolah.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di SDN 1 Dawuhan.
Masih ditemukan siswa yang datang mendekati jam masuk sekolah, keterlambatan yang cukup tinggi, serta kebiasaan menyapa guru dan teman yang belum dilakukan secara konsisten.
Padahal pendidikan tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik. Pendidikan sejatinya bertugas membentuk manusia yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.
Dari kondisi inilah lahir inovasi TEBAR SULAM.
Program ini dirancang untuk menghadirkan kembali budaya ramah, santun, dan disiplin melalui pembiasaan yang menyenangkan serta dilakukan secara konsisten setiap hari.
Apa Itu TEBAR SULAM?
Kelima nilai ini dijadikan budaya utama yang diterapkan seluruh warga sekolah.Setiap pagi, guru, tenaga kependidikan, dan tim siswa TEBAR SULAM berdiri di gerbang sekolah untuk menyambut seluruh peserta didik.
Siswa yang datang akan:
• Menyapa guru.
• Mengucapkan salam.
• Bersalaman.
• Menunjukkan sikap sopan.
Kegiatan sederhana tersebut ternyata mampu membangun suasana sekolah yang jauh lebih hangat dan menyenangkan.
Gerbang sekolah yang sebelumnya hanya menjadi tempat keluar masuk siswa, kini berubah menjadi ruang pendidikan karakter yang sesungguhnya.
Gerbang Sekolah yang Menjadi Ruang Pendidikan
Setiap pukul 06.00 pagi, suasana SDN 1 Dawuhan terlihat berbeda.
Guru piket berdiri di depan gerbang. Siswa yang bertugas ikut menyambut teman-temannya. Senyum dan sapaan terdengar sejak langkah pertama memasuki sekolah.
"Assalamu'alaikum."
"Selamat pagi."
"Apa kabar?"
Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi bagian penting dari pembelajaran karakter.
Penyambutan bahkan dilakukan menggunakan berbagai bahasa, antara lain:
Bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris.
Bahasa Arab.
Bahasa Madura.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat karakter, tetapi juga meningkatkan literasi bahasa siswa.
Sekolah berubah menjadi ruang belajar yang lebih hidup.
Sistem Pin yang Membuat Siswa Bersemangat
Salah satu inovasi menarik dalam TEBAR SULAM adalah pemberian pin penghargaan. Siswa yang datang tepat waktu dan mengikuti kegiatan 5S memperoleh pin berdasarkan waktu kedatangannya.
Pin Hijau
Hadir pukul 06.00–06.10.
Pin Kuning
Hadir pukul 06.11–06.25.
Pin Pink
Hadir pukul 06.26–06.35.
Siswa yang datang setelah pukul 06.36 tidak memperoleh pin. Sistem ini ternyata memberikan dampak luar biasa.Anak-anak menjadi bersemangat datang lebih pagi. Mereka bangga ketika memperoleh pin hijau.Terjadi kompetisi yang sehat dalam hal kedisiplinan. Bahkan banyak siswa mulai mengatur jam tidur mereka agar dapat bangun lebih awal.
Pendidikan Karakter yang Menyenangkan
Salah satu kelebihan program ini adalah pendekatannya yang tidak bersifat menghukum.
TEBAR SULAM lebih menekankan:
• Pembiasaan.
• Keteladanan.
• Penghargaan.
• Motivasi.
Siswa tidak dipaksa untuk bersikap baik. Sebaliknya, mereka diajak merasakan bahwa perilaku positif memberikan pengalaman yang menyenangkan. Guru menjadi teladan. Teman sebaya menjadi penguat. Sekolah menjadi lingkungan yang mendukung. Akibatnya, perubahan perilaku terjadi secara alami.
Dampak yang Dirasakan Siswa
Bagi siswa, manfaat TEBAR SULAM sangat besar.
Mereka menjadi:
• Lebih ramah.
• Lebih disiplin.
• Lebih percaya diri.
• Lebih menghormati guru.
• Lebih peduli terhadap teman.
Kebiasaan mengucapkan salam dan menyapa tidak hanya dilakukan di sekolah. Banyak orang tua mulai merasakan perubahan perilaku anak di rumah. Anak menjadi lebih santun kepada orang tua. Mereka terbiasa mengucapkan terima kasih, maaf, dan tolong. Karakter positif mulai terbentuk.
Citra Positif Sekolah Semakin Meningkat
Di mata masyarakat, TEBAR SULAM menjadi identitas baru SDN 1 Dawuhan.Orang tua melihat perubahan perilaku anak-anak mereka.Sekolah dikenal sebagai lembaga yang serius dalam membangun karakter. Kepercayaan masyarakat meningkat.Budaya positif sekolah semakin kuat.Dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi modal penting bagi peningkatan mutu pendidikan. TEBAR SULAM juga memerlukan biaya atau anggaran program yang relatif sederhana.
Biaya digunakan untuk:
• Poster.
• Pin penghargaan.
• Rompi tim.
• Alat tulis.
• Media sosialisasi.
Namun dampaknya sangat besar.Hal ini membuktikan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus mahal.Yang paling penting adalah komitmen, kreativitas, dan konsistensi.
TEBAR SULAM dan Masa Depan Pendidikan Indonesia
Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Anak-anak membutuhkan:
• Keteladanan.
• Interaksi sosial.
• Nilai moral.
• Kedisiplinan.
• Empati.
TEBAR SULAM menunjukkan bahwa sekolah mampu menjawab tantangan tersebut.
Program ini membuktikan bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
Senyum.Sapaan.Salam.Kesopanan.Santun.
Lima hal sederhana tersebut ternyata mampu membentuk perubahan besar.Ketika teknologi dipadukan dengan nilai-nilai kemanusiaan, sekolah tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter.SDN 1 Dawuhan telah menunjukkan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak hanya dibangun di ruang kelas dan buku pelajaran.Masa depan itu dimulai dari gerbang sekolah, dari sebuah senyum yang tulus, dari sapaan yang hangat, dan dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.TEBAR SULAM menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang sederhana. Dan dari SDN 1 Dawuhan, inspirasi itu kini mulai menyebar untuk dunia pendidikan Indonesia. (rif/pri)