Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

SMKN 2 Situbondo Panen Perdana Edamame Kualitas Ekspor, Jadi Pelopor Ketahanan Pangan Sekolah

Ahmad Rifa'ie • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:50 WIB
PANEN PERDANA: Kepala SMKN 2 Situbondo, Anang Arifandi, M.Pd. (baju putih bercapit hitam), bersama PLt Sekda (baju oranye peci hitam), Ketua Komisi I DPRD, Rudi Alfiyanto (baju merah), unsur Forkopimcam, serta para siswa memanen edamame hasil budidaya siswa di lahan sewa milik Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Jumat (3/7). (Ahmad Rifa
PANEN PERDANA: Kepala SMKN 2 Situbondo, Anang Arifandi, M.Pd. (baju putih bercapit hitam), bersama PLt Sekda (baju oranye peci hitam), Ketua Komisi I DPRD, Rudi Alfiyanto (baju merah), unsur Forkopimcam, serta para siswa memanen edamame hasil budidaya siswa di lahan sewa milik Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Jumat (3/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Di tengah gencarnya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, SMKN 2 Situbondo membuktikan peran sekolah vokasi tak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi. Melalui Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), sekolah ini sukses menggelar panen perdana kedelai edamame kualitas ekspor dan menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Situbondo yang secara aktif mendukung program prioritas pemerintah di sektor pangan.

Panen perdana yang digelar Jumat (3/7) itu dihadiri Asisten Bupati Situbondo, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, penyuluh pertanian, camat, Forkopimcam, hingga Ketua Komisi I DPRD Situbondo. Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah mulai diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian berbasis sekolah.

Kepala SMKN 2 Situbondo, Anang Arifandi, M.Pd., mengatakan sekolah yang dipimpinnya menjadi satu-satunya SMK di Situbondo yang memiliki kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Karena itu, panen perdana edamame menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam menyukseskan program ketahanan pangan.

"Panen perdana ini menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami ingin menjadi sekolah yang berkontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan di Situbondo," ujarnya.

Anang menjelaskan, edamame yang dibudidayakan siswa bukan varietas yang umum beredar di pasaran, melainkan edamame kualitas ekspor. Salah satu keunggulannya terletak pada jumlah biji dalam setiap polong yang lebih banyak dibandingkan edamame konsumsi biasa.

"Edamame yang kami panen merupakan kualitas ekspor dengan isi tiga sampai empat biji per polong. Sementara yang banyak dijual di pasaran umumnya hanya berisi dua biji," jelasnya.

Selain menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan, hasil budidaya tersebut juga dipersiapkan untuk mengikuti ajang Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Menurut Anang, program tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pertanian di lingkungan sekolah sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas teknis, hingga komunitas petani muda.

"Karena program ketahanan pangan menjadi prioritas Presiden, tentu pemerintah daerah juga memberikan dukungan. Kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan para petani muda di Situbondo agar dapat berkolaborasi mengembangkan program ini," katanya.

Bidik Jadi Pemasok Program Makan Bergizi Gratis

SMKN 2 Situbondo tak ingin berhenti pada panen perdana. Sekolah telah menyiapkan rencana pengembangan lahan budidaya edamame dari satu petak menjadi sepuluh petak agar kapasitas produksi terus meningkat.

Pengembangan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kompetensi peserta didik melalui pelatihan, praktik lapangan, hingga kemitraan dengan berbagai pihak. Saat ini Jurusan ATPH memiliki enam rombongan belajar yang difokuskan mencetak lulusan berdaya saing di sektor pertanian modern.

"Kami ingin memperluas lahan tanam. Saat ini baru satu petak dan ditargetkan bertambah hingga sepuluh petak. Bahkan kami juga mendapat dukungan agar hasil panen nantinya dapat masuk sebagai pemasok kebutuhan SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis," ungkap Anang.

Menurutnya, peluang pasar edamame masih terbuka lebar. Kebutuhan nasional yang belum sepenuhnya terpenuhi membuat Indonesia masih mengimpor komoditas tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi kesempatan besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia agribisnis.

Anang berharap lulusan SMKN 2 Situbondo tidak hanya menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui sektor pertanian yang produktif dan berorientasi bisnis.

"Kami ingin peserta didik SMKN 2 Situbondo berperan aktif mendukung ketahanan pangan sekaligus melahirkan petani-petani muda yang bangga berprofesi sebagai petani. Harapannya, lulusan kami memiliki keterampilan, mampu menciptakan lapangan kerja, dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #SMKN 2 #edamame ekspor #ATPH #ketahanan pangan