RadarSitubondo.id – Minat masyarakat untuk membangun usaha kian meningkat.
Setidaknya jika ini dilihat dari pedagang yang aktif di Car Free Days (CFD).
Semula tercatat 350 orang, namun saat ini sudah mencapai 600 lebih.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Edy Wiyono mengatakan, petugas rutin mencatat keberadaan pedagang yang ada di CFD.
Ini untuk mengetahui jumlah pedagang yang masih aktif.
“Penting bagi kami untuk mencatat keberadaan pedagang ini. Nanti akan diketahui, siapa saja yang masih aktif dan tidak aktif,” ujarnya, Rabu (6/12) kemarin.
Pria yang akrab disapa Edy itu menjelaskan, pendataan yang dilakukan dinas menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Sebab, selalu ada tambahan pedagang baru yang ada di CFD.
Sementara pedagang lama terus aktif atau tidak ada yang berhenti.
“Kalau dulu ada 300 sampai 400 pedagang. Sekarang ini sudahbertambah dan naik sekitar 600 pedagang lebih di CFD,” ungkapnya.
Edy menambahkan, kenaikan jumlah pedagang yang aktif di CFD ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah termotivasi untuk membangun usaha sendiri.
Salah satunya dalam dunia perdagangan. Dinas ke depan perlu untuk terus memberikan rangsangan agar bisa terus berkembang.
“Karena secara tidak langsung CFD ini akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan ekonomi. Orang sudah banyak yang bekerja dan mengahsilkan uang. Lalu uang itu nanti dibelanjakan kembali untuk kebutuhannya masing-masing. Perputaran ekonominya cepat,” jelasnya.
Sementara itu, Humas CFD Kadari mengatakan, sejak kegiatan CFD pindah lokasi dari jalan PB. Sudirman ke jalan Wiajaya Kusuma, memang ada penambahan pedagang.
Mereka rata-rata adalah warga yang rumahnya di sekitar jalan tersebut.
“Rata-rata pedagang yang baru mayoritas warga sekitar saja. Mereka ada yang buka di depan rumah ada juga yang jejer dengan pedagang lainnya,” ucapnya.
Kadari menyampaikan, bertambahnya jumlah pedagang juga karena tempat yang digunakan saat ini mendukung.
Lokasinya memajang sehingga banyak menampung banyak pedagang.
“Kalau dulu masih di sana (jalan PB.Sudriman) kan tidak panjang seperti ini. Jadi pedagang yang bisa masuk hanya sekitar 350 orang,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono