RadarSitubondo.id – Penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Situbondo belum mencapai seratus persen. Sebab, masih banyak petani belum menebus pupuk pada kios.
Keadaan ini akibat kemarau panjang yang membuat petani belum bisa menanam padi.
Kepala Dinas pertanian dan ketahanan pangan (Dispertangan), Dadang Aries Bintoro mengatakan, pendistribusian pupuk subsidi bulan ini seharusnya sudah mencapai seratus persen.
Namun yang terserap baru 80 persen lebih.
“Karena kendala cuaca, petani tidak bisa tanam padi. Jadi stok pupuk di kios tidak segera ditebus,” ujarnya, Jumat (8/12) kemarin.
Pria yang akrab disapa Dadang itu mengatakan, memasuki bulan Desember ini pun masih belum banyak petani yang tanam padi. Mereka menunggu persediaan air cukup.
“Yang kami awasi adalah ketika banyak petani mulai tanam padi. Mereka bisa mendapatkan pupuk di masing-maisng kios dengan mudah. Maka kita akan pantau kios-kios di Situbondo,” jelasnya.
Sementara itu, Dadang menegaskan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap kios yang nakal.
Bahkan, kios yang nakal konsekunsinya akan di tutup. Sebab, petani banyak dirugikan dengan ulah mereka.
“Contoh, KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) pada tahun 2023 menutup lima kios pupuk subsidi ditutup. Karena dinilai melanggar aturan yang sudah ditentukan, seperti menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET),” ungkap mantan Kadis Kominfo tersebut.
Disebutkan, lima kios pupuk subsidi yang dinonaktifkan terdiri dari Kios Aidil Mubarok di Desa Kalianget wilayah kerja Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur; Kios UD Bintang Terang Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit.
Kemudian Kios UD Tunas Abadi Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kios Sri Rejeki Desa Wringin Anom wilayah kerja Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, dan Kios Gadingan Mas Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar.
“Sebelum dinonaktifkan, KP3 juga sudah memberikan surat peringatan (SP) 1 dan 2 dan SP3, kemudian ditutup. Penutupan kios pupuk merupakan hasil evaluasi dan verifikasi kami di lapangan berdasarkan pengaduan dari masyarakat," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono