Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pedagang Keluhkan Kecilnya Hasil Berjualan Bensin Eceran, Saat di SPBU Perlu Ngasi Uang ke Petugas Agar Antrean Lancar

Iwan Feriyanto • Kamis, 4 Januari 2024 | 01:43 WIB
DIPAJANG: Kios BBM dipinggir jalan Pantura tersusun rapi, di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Selasa (2/1) kemarin.
DIPAJANG: Kios BBM dipinggir jalan Pantura tersusun rapi, di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Selasa (2/1) kemarin.

RadarSitubondo.id - Sejumlah pemilik kios bahan bakar minyak (BBM) eceran resah setelah mengetahui bisnis yang dijalani tidak menghasilkan.

Sebab, terlalu banyak pihak yang memanfaatkan usaha tersebut untuk mencari keuntungan.

Salah satu pemilik kios BBM eceran, Rendi mengatakan, untuk bisa mendapatkan BBM saat ini harus rebutan.

Para pedagang sama-sama berburu truk BBM ketika tiba di SPBU.

Saat kendaraan tersebut sudah datang, mereka sudah siap mengantre.

“Stok BBM Sekarang kan terbatas. Kalau kita ketinggalan antrean di SPBU, itu jangan berharap bisa dapat BBM.  Karena yang mau isi ulang bukan hanya saya, tapi banyak pemilik kios eceran lainnya,” ujarnya, Selasa (2/1) kemarin.

Rendi menyebutkan, bisnis jual-beli BBM eceran saat ini banyak dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

Modusnya, mereka menawarkan jasa antrean agar bisa mendapat barisan paling utama.

“Kalau tidak menggunakan jasa tersebut, bisa-bisa posisi saya antre ada di belakang. Sebetulnya untuk booking sendiri itu tidak gratis, ada yang bayar Rp 2 ribu kadang lebih, perkendaraan,” jelasnya.

Sementara itu, Romji pemilik kios BBM eceran lainnya mengatakan, isi ulang BBM di SPBU untuk diperdagangkan kembali tidak seperti dulu.

Saat ini pemilik kios banyak mengeluarkan biaya agar bisa mendapat BBM.

“Ada oknum-oknum di SPBU yang menurut kami ini memberatkan usaha kami. Contoh, kalau tidak bayar antrean posisi kita jauh di belakang. Lalu trennya sekarang, kalau habis isi BBM itu ngasi uang ke oknum SPBU,” jelasnya.

Kata dia, uang yang diberikan semata-mata untuk mempermudah informasi ketersediaan BBM di SPBU.

Kalau tidak mengikuti tren tersebut, dirinya  kesulitan untuk mendapatkan BBM.

“Nanti kalau ada truk BBM datang kami diberi tahu biasanya. Jadi langsung siap-siap ke SPBU,” ucapnya.

Romji menambahkan, keuntungan yang didapatkan dari  usaha kios BBM eceran tidak besar.

Satu liter rata-rata hanya bisa dapat untung Rp 500.

“Jadi kita itu untungnya sangat kecil. Modalnya sudah kepotong di jalan terus di SPBU juga,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #bensin eceran #Pemkab Situbondo