RadarSitubondo.id - Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng dan telur, di Pasar Panji, Situbondo meroket beberapa hari terakhir ini, Rabu (21/2).
Rata-rata naik Rp 1 ribu. Keadaan ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama resah.
Linda, salah satu pedagang di Pasar Panji mengatakan, menginjak bulan Februari sejumlah bahan pokok naik secara bertahap.
Tenggang waktu naiknya harga sembako terlalu cepat hingga banyak pedagang dan pembeli yang mengeluh.
“Saat ini, rata-rata harga sembako naiknya seribu rupiah dari harga sebelumnya. Padahal ini masih jauh dari Bulan Ramadan. Kalau sudah mendekati bulan Ramadan, tidak tahu mau naik hingga berapa,” kata Linda.
Dia mengatakan, gula, minyak goreng, beras, telur, tepung, semuanya naik. Harga gula yang semula Rp 13 ribu, kini naik Rp. 14 ribu.
Untuk gula super yang mulanya Rp. 14 ribu kini naik jadi Rp. 15 ribu.
“Kami tidak tahu kok bisa harga ini naik? Apakah stoknya yang kurang atau bagaimana saya tidak tahu. Kalau dari penjual pertama naik ya kami juga ikut naik, pembeli harus beli dengan harga mahal,” tegas Linda.
Taufik, salah satu pembeli di Pasar Mimbaan Situbondo menganggap kenaikan harga sembako akibat banyak arisan yang mulai keluar menjelang bulan Ramadan.
Hal itu bisa juga menjadi alasan karena kebutuhan sembako pada bulan ramadan memang cukup banyak.
“Harga sembako naik gara-gara banyak arisan yang keluar. Orang yang ikut aruisan sembako kan banyak. sekarang sudah mulai ada yang keluar jadi semuanya serba mahal,” tegas Taufik.
Yang menjadi persoalan, harga beras semakin melambung, sedangkan harga gabah, dan jagung dari petani dibeli dengan harga murah.
Hal itulah yang membuat para pembeli mengeluh dengan pemerintah.
“Harapan kami semoga harga sembako mulai stabil. Apa mungkin harga naik gara-gara baru selesai pemilu,” tutup Taufik. (hum/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin