Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Di Tengah Harga Beras Naik, Harga Gabah Ternyata Merosot, Karena Apa?

Iwan Feriyanto • Jumat, 1 Maret 2024 | 20:17 WIB
MODERN : Para pekerja memanen padi menggunakan mesin di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, belum lama ini.
MODERN : Para pekerja memanen padi menggunakan mesin di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, belum lama ini.

RadarSitubondo.id – Harga gabah kembali merosot. Yang membuat petani tak habis pikir, harga beras masih tetap mahal.

Salah satu petani di Panarukan, Askur mengatakan, harga gabah turun sejak beberapa hari terakhir. Belum diketahui penyebab pastinya.

“Kalau turunnya (harga) itu karena stok gabah banyak, sepertinya tidak mungkin. Karena sekarang belum semua petani panen,” ujarnya, Kamis (29/2) kepada RadarSitubondo.id.

Dijelaskan, harga gabah turun sejak sepuluh hari terakhir. Bertepatan dengan ramainya harga beras yang kembali naik.

Askur menyebutkan, harga gabah sebelumnya menyentuh angka Rp 8 ribu per kilogram. Bahkan ada beberapa tempat yang lebih mahal.

Namun, harganya kini kembali turun menyentuh angka Rp 7 ribu perkilogram. 

“Turunnya perlahan. Dari Rp 8 ribu turun menjadi Rp 7.900. Beberapa pekan kemudian harganya turun jadi Rp 7.600, lalu turun lagi sampai sekarang menjadi Rp 7.200 perkilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, Rumiati petani lainnya mengatakan, harga beras masih sangat mahal. Sampai saat ini belum juga turun. Padahal, harga gabah sudah turun.

“Coba dilihat sekarang harga beras medium di atas Rp14 ribu perkilogram dan mendekati harga beras premium satu kilogram Rp 17 ribu. Kalau pas naik lagi, harga besar medium bisa-bisa seperti harga beras premium. Terus masyarakat mau beli beras apalagi yang lebih murah?,” ungkapnya.

Rumiati berharap, harga beras tidak lagi naik. Agar masyarakat tak semakin resah. Apalagi naiknya di tengah harga gabah turun.

“Kalau kemarin-kemarinnya kita senang meskipun harga beras naik tapi harga gabah ikut naik. Namun sekarang yang terjadi justru terbalik, harga gabah turun, harga beras terus naik,

Selain itu, Rumiati meminta, pemerintah menyampaikan secara pasti penyebab harga beras naik. Begitu juga dengan harga gabah yang turun. Agar publik bisa mengetahui masalahnya.

“Disampaikan ke publik agar kami (petani) tidak kecewa. Jujur harga gabah naik kami senang, tapi kan tidak bertahan lama,” tandasnya.  (wan/pri).

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #harga beras #Merosot