RadarSitubondo.id – Sejumlah pedagang mendatangi kantor Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo Senin (4/3) kemarin.
Mereka dimintai keterangan dengan dugaan penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Salah satu pedagang, Tohari mengatakan, pedagang tidak pernah menjual beras SPHP di atas HET.
Jika terjadi masalah tersebut bukan ulah pedagang, namun orang lain.
“Kalau kita jualnya tetap sesuai HET Rp 10.900. Tidak pernah saya jual lebih mahal dari harga itu,” ujarnya.
Tohari mengakui kabar penjualan beras di atas HET sangat meresahkan. Namun yang melakukan itu bukan pedagang, melainkan orang lain yang mengambil keuntungan.
“Jadi begini, ada orang yang beli beras ke saya dengan harga Rp10.900 beberapa kilogram. nah tiba-tiba ada orang yang butuh, sedangkan stok di tempat saya sudah habis. Maka orang yang tadi beli itu dia jual lagi dengan harga 14 ribu perkilogram,” jelasnya.
Selain itu, Tohari mengatakan, beras SPHP banyak dicari oleh pembeli, terutama mereka yang membuka usaha nasi goreng, nasi karak dan penjual lontong.
“Katanya tektur nasinya cocok bagi mereka. Jadi kalau mereka beli itu bisa 20 kilogram dan ada juga yang lebih,” jelasnya.
Dikatakan, jatah beras yang diterima pedagang sangat terbatas. Satu minggu hanya menerima lima kuintal.
Maka ke depan, stok beras di tambah menjadi satu ton satu satu minggu. Ini untuk memenuhi permintaan konsumen.
“Kalau cuma lima kuintal tiga hari sudah habis, kadang juga tidak sampai tiga hari sudah habis. Sedangkan yang membutuhkan banyak. Maka kami minta kepada pemerintah agar ditambah satu ton,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Edy Wiyono mengatakan, dirinya mendapat laporan ada pedagang menjual beras SPHP di atas HET.
Namun laporan tersebut masih dipelajari serta mengumpulkan bukti.
“Kita dapat informasi ditemukan adanya penjualan beras SPHP yang dijual ditas HET sebesar Rp 10.900. Tapi kenyataan pedagang tidak merasa menjual beras itu diatas HET," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin