Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Penjual Tape di Situbondo Untung Besar, Sehari Raup Untung Jutaan Rupiah dari Pemudik

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 13 April 2024 | 17:05 WIB
LARIS MANIS: Nawardi (kanan) menawarkan tape pada pembeli di pinggir jalan raya Desa Panji Kidul, Panji, Situbondo, Jumat (12/4).
LARIS MANIS: Nawardi (kanan) menawarkan tape pada pembeli di pinggir jalan raya Desa Panji Kidul, Panji, Situbondo, Jumat (12/4).

RadarSitubondo.id – Para pedagang tape di sejumlah ruas jalan Kota Situbondo, ketiban berkah selama Lebaran.

Meski hanya jualan di pinggir jalan raya dengan membuka lapak, tapi mereka berhasil meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam sehari.

Selama Hari Raya Idul Fitri, lapak para pedagang tape ini dibanjiri pembeli. Penjualan mulai ramai, itu sejak H+2 Lebaran.

“Saya buka lapak sederhana ini sejak hari ke dua Lebaran, baru buka langsung diserbu pembeli yang dating dari arah Surabaya maupun Banyuwangi,” terang salah satu pedagang tape asal Bondowoso, Nawardi, 42.

Selama jualan tape pada Lebaran, Nawardi yang membuka lapak di jalan raya Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, tepatnya di sebelah timur toko Basmalah itu mengaku pendapatannya meningkat.

“Satu hari saja, saya dapat untung Rp 1 juta,” katanya.

Menurut Nawardi, tape itu makanan khas Bondowoso yang disukai banyak orang, terutama warga Banyuwangi, Surabaya, dan Situbondo.

Buktinya, setiap orang yang membeli tape itu saat ditanya mengaku orang Surabaya yang mau ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

“Peminatnya cukup banyak, rata-rata dari Banyuwangi dan Surabaya. Yang beli juga kebanyakan orang-orang yang naik mobil. Ini makanan selera sultan,” kata Nawardi sambil tertawa lepas.

Nawardi mengaku bersama istri sengaja berjulan tape setiap Lebaran, setelah mengetahui hasil yang didapatkan lumayan banyak.

Dan jualan atep ini dilakukan hingga arus balik Lebaran.

“Tiga hari musim orang mudik, hari ke lima hingga ke enam biasanya sudah arus balik Lebaran. Nanti pasti banyak lagi yang beli, tapi tidak sebanyak saat hari-hari Lebaran,” tegas Nawardi.

Masih kata Nawardi, tape yang dijual itu buatan sendiri. Untuk kualitas, tidak akan pengecewakan pelanggan.

“Setiap ada yang mau beli pasti saya tanyakan dulu tujuannya kemana. Saya harus menunjukkan tape yang kuat dua hari dan tape yang kuat empat hari. kasihan pembeli kalau dikasi begitu saja,” pungkas Nawardi. (hum/abi)

Editor : Bayu Saksono
#situbondo #idul fitri #lebaran #pemudik #untung #mudik #tape