Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Di Situbondo, Harga Sekilo Ranti Tembus Rp53 Ribu per Kg, Beli Rp5000 Hanya Dapat Tiga Biji

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 15 April 2024 | 18:45 WIB
MELEJIT: Tomat dan ranti ditakar di depan toko milik Hosiana di Pasar Panji, Kabupaten Situbondo, Minggu (14/5).
MELEJIT: Tomat dan ranti ditakar di depan toko milik Hosiana di Pasar Panji, Kabupaten Situbondo, Minggu (14/5).

RadarSitubondo.id - Harga ranti di Pasar Panji, Kabupaten Situbondo, terus melejit.

Minggu (14/4), buah sayuran itu harganya sudah tembus Rp 53 ribu per kilogram (kg), dan harga tomat mencapai Rp 27 ribu per kilogram. Naiknya harga itu, membuat pembeli banyak yang resah.

Salah satu pedagang di Pasar Panji, Kabupaten Situbondo, Hosiana mengatakan, harga ranti dan tomat terus merangkak naik sejak Ramadan. Bahkan, pada H+4 Lebaran harganya semakin tinggi.

“Pada Ramadan harga ranti hanya sekitar Rp 40 ribu per kilogram, setelah itu naik Rp 45 ribu per kilogram. Hari ini (kemarin) sudah Rp 53 ribu per kilogram,” katanya.

Untuk harga tomat, terang dia, kini mencapai Rp 27 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harganya masih Rp 20 ribu per kilogram.

“Gara-gara harga ranti dan tomat naik ini, banyak ibu-ibu yang mengeluh,” katanya.

Yang membuatnya ikut sedih, jelas dia, gara-gara harga ranti dan tomat yang tinggi itu banyak pelanggannya mengurungkan niatnya untuk belanja.

Pembeli mengaku lebih baik membeli kebutuhan dapur yang lain ketimbang membeli ranti.

“Saya yang mau jual juga bingung, pelanggan maunya beli Rp 5000, ya tetap dikasi, tapi hanya dapat tiga biji. Kalau yang suka masih beli, kalau tidak terlalu suka ya hanya bisa mengeluh,” ujarnya.

Hosiana mengaku juga kesulitan untuk mendapatkan ranti. Setiap hari hanya dapat setengah kilogram saja. Kalau stok ranti sudah habis, harus mencari ke pedagang sebelah.

“Sekarang benar-benar sulit dan harganya mahal. Saya tanya sama pengepulnya, katanya memang tidak ada yang tanam. Kalau satu bulan lagi, katanya sudah normal lagi,” ucap perempuan asal Kelurahan Panji Kidul, Kecamatan Panji itu.

Pedagang lainnya, Sujipno, 37, menyampaikan hal senada. Bahkan, dia memilih tidak jualan ranti. Sebab, tidak punya jaringan untuk membeli dari petani.

“Stoknya tidak ada, saya hanya jualan tomat, cari ranti sulit,” pungkasnya. (hum/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #tomat #ranti #harga #pasar panji