RadarSitubondo.id – Musim hajatan diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap gula pasir, beberapa pekan terakhir.
Sehingga, wajar kalau saat ini harga gula di beberapa pasar di Situbondo mengalami kenaikan cukup signifikan.
Lia, 45, salah satu pedagang di Pasar Mimbaan mengatakan, dalam satu pekan ini pembeli gula cukup meningkat. Dalam satu hari saja, gula yang terjual mencapai 30 kilogram (kg).
"Kalau pembeli gula sulit diprediksi, tapi beberapa hari ini pembelinya cukup banyak. Satu hari bisa laku 30 kg," ujar Lia, Jumat (26/4).
Kata dua, meski harga gula naik Rp 1000, orang yang butuh tetap membeli. Sebab, mereka juga didesak oleh keadaan.
Semisal, mau mengembalikan gula ke kerabat atau tetangganya yang melaksanakan hajatan.
"Harga gula Rp. 17,500, tapi pembeli tetap banyak. Mungkin gara-gara musim hajatan. Sekarang hajatan hampir tiap hari, dari selamatan mantenan, sunatan dan nikahan," katanya.
Dikatakan Lia, harga gula tentu memberatkan bagi pembeli. Tak jarang, setiap kali ada pembeli mengeluh jika harga gula terlalu mahal. Apalagi, jika membeli dengan jumlah banyak.
"Mau gimana lagi, yang bikin mahal dari pusat. Tidak tahu karena faktor apa, untung stok khusus gula lokal masih aman. Tapi kalau gula kemasan memang kosong," ujar Lia.
Anisa, salah satu pembeli mengaku jika harga gula di sejumlah toko ada yang tembus Rp. 18 ribu. Tapi, harga tersebut ada di toko-toko pedesaan. Untuk harga gula di pasar masih Rp. 17,500.
"Kalau di toko kecil banyak yang mahal, ya mungkin ambil untung Rp 500, kan harga gula di pasar sudah 17,500," pungkas perempuan asal Kecamatan Panarukan. (hum/pri)
Editor : Bayu Saksono