RadarSitubondo.id – Harga bawang merah di pasar tradisional Kabupaten Situbondo, terus meroket.
Misalnya di Pasar Panji, harganya tembus Rp. 40 ribu per kilo gram (kg). Keadaan ini diharapkan sejumlah petani bisa tetap bertahan bahkan lebih tinggi lagi.
Dion, salah satu petani mengatakan, cukup mahalnya harga bawang merah karena saat ini stoknya minim.
"Barangnya sedikit, otomatis harganya mahal. Kering di sawah saja Rp 32 ribu perkg," ucapnya, Senin (6/5).
Kata Dion, keadaan tersebut sudah berlangsung sejak dua hari terakhir. Sebelumnya, harga bawang merah hanya Rp 20 ribu perkg.
Namun, harga bawang tiba-tiba naik dua kali lipat menjadi Rp 40 ribu per kg, dan lebih mahal di atas harga bawang putih yang bertengger di Rp 30 ribu.
"Harganya naik sejak dua hari yang lalu sampai hari ini (kemarin)," ucapnya.
Dikatakan, harga bawang merah diprediksi akan terus mahal hingga satu bulan ke depan. Tepatnya hingga awal Juni 2024.
Sebab, satu bulan mendatang sudah memasuki panen raya bawang merah.
"Di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang sudah menjadi sentra bawamg merah bakal panen raya bulan depan. Tentu, ketika sudah terjadi panen raya harga akan anjlok. Bisa-bisa di bawah Rp 20 ribu perkg," kata Dion.
Dani petani asal Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, menegaskan jika perawatan bawang di musim tanam ini cukup sulit.
Itu, diakibatkan cuaca yang terlalu panas sehingga banyak hama yang menyerang daun bawang.
"Sekarang banyak hama, ini dampak cuaca yang terlalu panas. Dampaknya biaya perawatan semakin besar," tegas Dani.
Berbicara modal tani bawang merah yang bisa menghabiskan puluhan juta, semua petani kata Dani, pasti mengharap harga yang cukup tinggi.
"Saya dapat kabar juga kalau harga bawang merah mahal, harapan saya semoga tetap mahal kalau perlu makin naik," ucap Dani.
Lea seorang pedagang di pasar Mimbaan Panji membenarkan jika harga bawang merah cukup mahal. Naiknya juga mengejutkan terhadap para pedagang apalagi pembeli.
"Ya saya banyak untungnya, mulanya beli 15 Kg, seharga Rp. 20 ribu, sekarang sudah Rp. 40 ribu. Ya lumayan, hasilnya juga dua kali lipat. Kalau pembeli pasti mengeluh," tutup Lea. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin