Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Naik 100 Persen, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Situbondo Tembus Rp 40 Ribu Perkilogram

Iwan Feriyanto • Rabu, 15 Mei 2024 | 15:00 WIB
SIANG HARI: Para pekerja kasar merawat tanaman bawang di Desa/Kecamatan Suboh, Selasa (14/5).
SIANG HARI: Para pekerja kasar merawat tanaman bawang di Desa/Kecamatan Suboh, Selasa (14/5).

RadarSitubondo.id – Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Situbondo akhirnya bisa merasakan untung besar. Sebab, harganya naik seratus persen.

Salah satu petani, Rudi Mulyono mengatakan, harga bawang merah di tingkat petani mulai mengalami kenaikan signifikan. Sehingga mereka pun bisa meraup keuntungan besar.

"Harga bawang merah di petani kali ini tembus Rp 40 ribu perkilogram. Dibandingkan harga sebelumnya Rp 20 ribu perkilogram ada kenaikan seratus persen," ujarnya, Selasa (14/5).

Pria yang akrab disapa Rudi itu menjelaskan, dari hasil penjualan bawang merah itu dirinya bisa merasakan untung besar. Ini karena bawang merah yang dia tanam sukses saat panen.

"Meskipun luas lahan yang ditanami bawang tidak sampai satu hektare, dengan harga bawang merah yang naik bisa untung," jelasnya.

 Dikatakan, keuntungan tersebut selain digunakan untuk modal kembali juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Pedagang sendiri yang datang ke sini. Dia borong bawang milik kami. Yang paling penting bayarnya langsung lunas jadi enak," tandasnya.

Sementara itu, Rosid petani lain mengaku, kenaikan harga bawang sudah lama dinanti para petani. Sebab, selama ini petani hampir minim sekali bisa mendapatkan untung.

"Modal yang dikeluarkan tidak sedikit. Bahkan rata-rata petani menghabiskan jutaan rupiah," ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk biaya tanam di atas lahan seluas 0,5 hektar saja petani membutuhkan biaya sekitar Rp 30 juta. Modal yang paling besar digelontorkan itu untuk membeli bibit serta biaya perawatan.

"Untuk luas lahan 0,5 hektare memerlukan bibit sekitar satu kuintal. Sedangkan harga bibitnya mencapai Rp. 27 ribu perkilogramnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosid mengatakan, biaya lainnya yang tak kalah besar yaitu untuk perawatan. Setiap pagi hingga sore harus ada pekerja untuk memantau tanaman bawang merah. Ini dilakukan agar terhindar dari serangan hama. 

"Penyebaran hama ini yang perlu diwaspadai. Apalagi saat ini musim panas. Ini mengakibatkan pertumbuhan hama lebih cepat dan merusak tanaman. Maka, agar tidak merusak perlu ada penangan khusus yang rutin," pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #naik #petani #harga #bawang merah #untung