RadarSitubondo.id -Sejumlah petani kopi di Dusun Tamandadar, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo, mengeluh.
Sebab memasuki musim panen raya ini, harga kopi dianggap lebih murah dari tahun lalu. Kopi gelondong hanya Rp. 14 ribu perkilogram (kg) sedangkan tahun lalu Rp 16 ribu.
Ghafur, salah satu petani kopi di Taman Dadar mengaku kecewa dengan harga yang cukup murah dibandingkan musim panen raya tahun lalu.
“Saat ini kopi gelondong hanya Rp 14 ribu, dulu Rp. 16 ribu. Untuk kopi HS (hard skin) kopi yang belum dikupas Rp 38 ribu, tahun lalu Rp. 40 ribu. Khusus untuk kopi Berasan yang sudah siap sangrai Rp. 90 ribu. Biasanya Rp. 120 ribu,” ujar Ghafur, Kamis (20/6).
Dikatakan, para petani bisa saja mendapatkan harga yang lebih mahal daripada menjual kepada pedagang yang datang ke lokasi panen. Yaitu, menjual ke gudang.
Namun mereka tidak memiliki modal untuk membayar para buruh tani yang memanen kopi.
“Kalau dijual ke gudang pasti lebih mahal, tapi uang kan telat. Petani butuh uang juga untuk upah pekerja manen kopi. Jual ke pedagang ya karena terpaksa saja,” tegas Ghafur.
Kata dia, untuk memanen kopi membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Sebab ketika proses panen lambat, kopi yang sudah merah akan rusak. Sehingga, mengurangi kualitas kopi dan merusak harga.
“Kopi itu kan tidak boleh lambat, kalau sudah waktunya panen ya harus panen, kalau tidak bisa rusak kualitas kopinya,” pungkas Ghafur. (hum/pri)
Editor : Bayu Saksono