RadarSitubondo.id – Harga cabai rawit di Situbondo naik seratus persen beberapa hari terakhir ini.
Keadaan ini disebabkan suplai yang minim dari petani cabai lokal. Banyak pedagang pasar tradisional yang bergantung pada pengepul dari luar daerah.
Harga cabai rawit mencapai Rp 65 ribu perkilogram. Sebelumnya, hanya Rp 30 ribu. Kenaikan harga ini hampir terjadi di sejumlah pasar tradisional.
Misalnya Pasar Mimbaan Baru; Pasar Wringinanom, Panarukan dan Pasar Curah Kalak, Jangkar.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran mengatakan, kenaikan cabai sempat mencapai Rp 70 ribu perkilogram.
Data tersebut diketahui setelah menerima laporan dari pengelola pasar tradisional.
"Seperti di Pasar Mimbaan kemarin (Minggu) mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Sedangkan di pasar tradisional lainnya, rata-rata harga cabai Rp 65 ribu per kilogram," ujarnya, Senin (15/7).
Ruben menambahkan, harga cabai di Situbondo sangat fluktuatif. Sebab, cabai yang diterima pedagang di pasar berasal dari luar daerah.
Ketika di luar harga cabai naik, maka akan sulit untuk mengendalikan harga.
"Stok cabai yang dimiliki petani kita sedikit. Jadi tidak mampu memenuhi permintaan pedagang maupun pembeli. Jadi untuk mencukupi ketersediaan cabai di pasar kita dari pengepul Banyuwangi," jelasnya.
Dikatakan, meski harga cabai mahal, namun itu tidak mempengaruhi harga sembako lainnya. Begitu juga dengan restoran maupun tempat makan yang ada di Situbondo.
"Meskipun cabai naik, orang yang jualan nasi atau bakso dan makanan lainnya tidak akan terpengaruh. Harga masih tetap," ucap Ruben. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin