RadarSitubondo.id – DPRD Situbondo meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) memfasilitasi pelatihan pijat refleksi dan bekam saat menggelar rapat bersama di kantor dewan, Selasa (16/7).
Sebab, usaha tersebut berpotensi dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, H Lukman menjelaskan, usaha pijat refleksi sudah populer di kota lain.
Hanya saja di Situbondo masih minim. Padahal, usaha tersebut cukup menjanjikan sebagai usaha masyarakat.
“Usaha pijet refleksi hampir jarang disentuh oleh dinas. Sehingga di Situbondo masih jarang sekali masyarakat yang membuka usaha tersebut,” ujarnya.
Lukman menyampaikan, usaha pijat refleksi cukup menjanjikan. Sehingga, pemerintah harus menangkap peluang tersebut untuk menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Situbondo.
“Maka seharusnya masyarakat diberikan fasilitas kemudian dilatih sampai terampil. Sehingga nanti keterampilannya bisa menjadi modal membuka usaha sendiri,” jelasnya.
Lukman mencontohkan di Kabupaten Probolinggo dan Pasuran usaha tersebut sudah banyak berdiri di pinggir jalan.
Peminatnya pun cukup besar khususnya dari kalangan pengendara motor. Sebab, itu sangat membantu ketika kelelahan mengemudi.
“Saya saja contohnya, kalau ada tugas mau ke Surabaya, itu pasti berhenti ditempat tukang pijat yang buka dipinggir jalan. Karena perjalanan jauh, kaki capek dan badan lelah. Alhamdulillah setelah pijat, badan kembali segar,” ucap pria asal Kecamatan Asembagus tersebut.
Kata Lukman, ongkos yang diterima pun sekali pijat cukup besar yakni Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Biaya sebesar itu sesuai dengan jasa yang diberikan.
“Meskipun yang dipijat Cuma kaki sama punggung tapi sangat bermanfaat. Apalagi bagi pengendara motor pasti sangat diuntungkan adanya jasa pijat refleksi, capek hilang dan konsentrasi mengemudi kembali normal,” jelasnya.
Selian itu, Lukman menyampaikan, usaha bekam juga perlu dikembangkan. Di Situbondo hanya ada beberapa pihak yang menajalankannya. “Bekam sangat potensial jika diseriusi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Situbondo, Kholil mengatakan, masih akan turun ke masyarakat untuk meninjau prospek usaha pijat refleksi. Sehingga nanti bisa mendorong usaha tersebut.
“Kami mau survei dulu mau lihat pasarnya di Situbondo seperti apa. Tetapi, dalam hal ini Dinas sangat mendukung usulan DPRD,” ucapnya.
Dikatakan, bahwa dirinya akan memfasilitasi kebutuhan pelatihan pijat refleksi. Sehingga nantinya masyarakat memiliki keterampilan yang mumpuni. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin