RadarSitubondo.id - Ratusan koperasi di Situbondo tidak beroperasi. Pengelolaan manajemen yang tidak sehat menjadi penyebabnya.
Ketua Pusat Koperasi Simpan Pinjam di Situbondo, Markacong mengatakan, jumlah koperasi di Situbondo sekitar 700 lembaga. Namun hampir 50 persen di antaranya tidak lagi aktif akibat pengelolaan yang tidak sehat.
"Sekarang tinggal 400 koperasi yang aktif beroperasi. Selebihnya tidak aktif lagi karena beberapa faktor, salah satunya tidak melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) sesuai dengan undang-undang koperasi," ujarnya, Minggu (28/7).
Dikatakan, koperasi yang tidak melaksanakan RAT berturut-turut selama dua tahun menjadi salah satu indikator usaha tersebut gagal. Penyebab utama biasanya karena manajemen yang tidak sehat.
"Setiap tahun anggota koperasi wajib melaksanakan RAT. Kalau sudah dua tahun tidak melaksanakan, maka sesuai dengan aturan usaha tersebut kurang sehat, hingga akhirnya tutup," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi meminta para koperasi dapat membantu pengusaha UMKM.
Harapan itu disampaikan saat menghadiri hari jadi koperasi ke-77 di jalan PB. Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota.
"Saya berharap seluruh koperasi yang ada mampu menjadi penyangga UMKM kita. Sehingga berbagai kegiatan UMKM akan mampu di-support oleh koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Situbondo," harapnya.
Pria yang akrab disapa Bung Karna mengatakan, setiap koperasi dapat menjadi bapak asuh dari UMKM. Sehingga dapat membantu kelancaran usaha masyarakat.
"Sehingga UMKM yang menjadi anak asuhnya minimal dalam satu tahun bisa lebih maju dan mandiri dalam berwirausaha,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin