RadarSitubondo.id - Kereta Api Indonesia (KAI) Group semakin serius dalam upaya mencapai net zero emission dengan mengadopsi berbagai langkah strategis yang ramah lingkungan.
Anne Purba, VP Public Relations KAI, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di stasiun-stasiun, perkantoran, depo, dan balai yasa secara bertahap sejak September 2022.
Hasilnya, penghematan listrik hingga 8 persen selama periode November 2023 hingga Juni 2024, dengan total penghematan mencapai Rp 1 miliar.
Inovasi lain yang dijalankan KAI meliputi penggunaan bahan bakar B35 yang lebih bersih untuk armada kereta, serta pengelolaan limbah berkelanjutan.
Pada 22 Juli 2024, KAI berhasil menguji coba bahan bakar B40 pada KA Bogowonto, menunjukkan komitmen nyata dalam mengurangi emisi karbon.
KAI juga menerapkan program paperless dengan aplikasi digital seperti Access by KAI dan boarding dengan teknologi face recognition, mendukung gerakan cashless society.
Untuk mengurangi penggunaan plastik, KAI menyediakan water station di 22 stasiun, memungkinkan penumpang mengisi ulang air sesuai kebutuhan. Langkah ini diharapkan dapat melayani lebih dari 400 juta penumpang pada tahun 2024.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan, KAI menyediakan parkir sepeda gratis dan fasilitas pemisahan sampah di beberapa stasiun, serta telah menanam lebih dari 2.238 pohon pada semester pertama 2024.
"Melalui berbagai inisiatif ini, KAI tidak hanya berkomitmen pada lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa setiap aspek operasional dikelola secara transparan dan akuntabel," kata Anne. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi