Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jokowi Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 Triliun pada 2030

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 1 Agustus 2024 | 20:59 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Ekonomi dan Keuangan Digital di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Kamis (1/8).
Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Ekonomi dan Keuangan Digital di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Kamis (1/8).

RadarSitubondo.id - Pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Kamis (1/8), Presiden Joko Widodo mengungkapkan keyakinannya tentang masa depan cerah ekonomi digital Indonesia.

Dengan nada optimis, Jokowi menyebut bahwa ekonomi digital tanah air diperkirakan akan tumbuh empat kali lipat hingga mencapai Rp 5.800 triliun pada 2030.

Presiden juga menyatakan bahwa pembayaran digital akan meningkat 2,5 kali lipat dalam periode yang sama, mencapai Rp 12.300 triliun.

Hal ini, menurutnya, sangat mungkin terwujud karena Indonesia akan menikmati puncak bonus demografi pada 2030, di mana 68 persen penduduknya berada di usia produktif, termasuk generasi Y, Z, dan Alpha.

Jokowi menggarisbawahi besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia dengan mengungkapkan bahwa jumlah ponsel aktif di negara ini telah mencapai 354 juta, melampaui jumlah penduduk yang sekitar 280 juta.

"Ini menunjukkan bahwa satu orang bisa memiliki lebih dari satu ponsel, dan jumlah pengguna internet yang mencapai 185 juta adalah bukti potensi besar ini," ujarnya.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya transformasi digital, terutama di sektor ekonomi dan keuangan.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor, peluang untuk mengembangkan ekonomi digital semakin besar.

Jokowi bahkan mengimajinasikan bagaimana produk UMKM Indonesia dapat dipasarkan melalui teknologi AI, serupa dengan yang dilakukan oleh beberapa tokoh dunia.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menekankan bahwa digitalisasi UMKM harus bersifat inklusif dan adil, sehingga seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pinggiran dan sektor ekonomi mikro, mendapatkan akses dan perlindungan yang sama.

Ia juga meminta OJK dan BI untuk memperkuat perlindungan konsumen di sektor ekonomi digital, mengingat masih rendahnya literasi keuangan yang membuat masyarakat rentan terhadap penipuan dan kejahatan digital.

Pada kesempatan ini, Jokowi meresmikan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan meluncurkan blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025-2030.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menkeu Sri Mulyani, dan Menparekraf Sandiaga Uno. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jokowi #indonesia #potensi #ekonomi digital