RadarSitubondo.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, baru-baru ini mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Arifin mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun strategi untuk produksi dan distribusi BBM dengan kandungan sulfur rendah, yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara dan mengurangi dampak lingkungan dari emisi kendaraan.
Salah satu jenis BBM yang sedang dipertimbangkan adalah solar dengan kandungan sulfur yang lebih rendah.
Namun, Arifin menekankan bahwa rencana ini masih dalam tahap kajian mendalam dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
"Kita masih perlu mengkaji lebih dalam untuk menentukan detail pelaksanaannya," kata Arifin saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).
Terkait jadwal peluncuran BBM baru ini, Arifin mengungkapkan bahwa belum ada kepastian apakah akan diluncurkan pada Agustus atau September mendatang. "Belum ada tanggal pastinya," ujarnya.
Selain itu, Arifin juga belum dapat memastikan apakah BBM baru ini akan mendapatkan subsidi dari pemerintah, karena Pertamina masih melakukan kajian terkait metode produksi BBM dengan sulfur rendah.
Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan klarifikasi bahwa fokus pemerintah bukan pada peluncuran BBM jenis baru, melainkan pada peningkatan kualitas BBM yang sudah ada.
Pemerintah bertujuan untuk mencapai standar Euro IV dan V dalam hal kandungan sulfur, yang berarti BBM yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas lebih baik.
Luhut menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan dua opsi utama untuk meningkatkan kualitas BBM.
Opsi pertama adalah produksi bioetanol yang ramah lingkungan, dan opsi kedua adalah memperbarui kilang Pertamina untuk dapat memproduksi BBM dengan kandungan sulfur rendah.
"Pilihan kita adalah bioetanol atau memperbarui kilang Pertamina agar bisa menghasilkan bensin yang low sulfur," jelas Luhut. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi