RADAR SITUBONDO – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, memiliki kesibukan baru, yaitu membuat roti manis.
Kini mereka mulai dibanjiri orderan. Bahkan dalam satu hari permintaan konsumen bisa tembus 200 kotak.
KaRutan Situbondo, Rudi Kristiawan mengatakan WBP sudah mulai mahir cara membuat roti manis. Untuk kualitasnya juga tidak kalah dengan roti yang dijual di toko-toko roti modern yang ada di Kota Santri.
“Hasil binaan kami sudah bisa diadu untuk membuat roti manis. Dari aroma dan bentuk roti juga tidak kalah update dengan toko roti yang ada di Situbondo,” ucap Rudi, Selasa (5/11).
Dikatakan, penjualan roti bekerjasama dengan berbagai instansi dan juga bisa menerima pesanan secara online. Roti buatan WBP bisa dibuat untuk kebutuhan acara serimonial, seperti rapat dan lain-lain.
“Yang pesan lumayan sudah banyak, beberapa hari lalu juga ada yang pesan hingga 200 kotak. Alat pembuat roti milik Rutan memang bisa menyediakan 200 roti dalam sehari,” kata Rudi.
Disebutkan, kewirausahaan di dalam rutan akan terus ditambah demi masa depan WBP. Setidaknya WBP yang menjalani tahanan memiliki bahan untuk berusaha ketika bebas dari hukuman.
"Keterampilan ini dapat menjadi bekal dan keahlian khusus bagi WBP. Siapa tahu keluar dari penjara bisa jadi pengusaha roti yang sukses,” tutup Rudi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin