Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pedagang Telur Ayam di Situbondo Kembali Mengeluh, Lagi-Lagi Alasannya Gegara Hal Ini

Iwan Feriyanto • Kamis, 7 November 2024 | 18:30 WIB
SIAP DI JUAL: Beberapa karyawan menata telur ayam ras ke dalam wadah di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Rabu (6/11).
SIAP DI JUAL: Beberapa karyawan menata telur ayam ras ke dalam wadah di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Rabu (6/11).

RADAR SITUBONDO - Pengusaha telur ayam ras di Mimbaan Situbondo mengeluh lantaran minim pembeli. Meski harga relatif murah, namun peminatnya minim. Sehingga stok menumpuk.

Salah satu distributor telur ayam, Adi Gunawan mengatakan, harga telur ayam ras saat ini sedang murah-murahnya. Satu kilogram dijual dengan harga Rp 25 ribu. Biasanya, harga telur ayam paling minim Rp 27 ribu perkilogram.

"Harga Rp 25 ribu per kilogram ini stabil, kalau harganya di atas Rp 25 ribu itu sudah terhitung tinggi," ujarnya, Rabu (6/11).

Adi mengaku heran dengan kondisi yang terjadi saat ini. Biasanya warga banyak yang beli telur ketika harganya sedang turun. Tetapi, yang terjadi justru peminatnya masih sedikit.

"Harga telur normal, tapi pembelinya yang sepi. Mungkin daya beli masyarakat turun ya," katanya.

Adi menjelaskan, minimnya penjualan telur ayam sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Ini terbukti ketika banyak stok yang belum laku terjual. Sehingga persediaan masih menumpuk.

"Setiap satu Minggu sekali saya kedatangan telur dua ton. Ketika kondisinya normal, stok telor itu bisa cepat habis. Tetapi sekarang, nunggu dua Minggu baru habis," ucapnya.

Dikatakan, ke depan dirinya berharap ada banyak pembeli. Supaya persediaan telur ayam ras tidak rusak dan lalu busuk. 

"Semoga bisa banyak lagi peminatnya. Kalau terus-terusan numpuk kan Eman, bisa-bisa busuk kalo tidak segera laku," tandasnya.

Selain itu, salah satu pedagang klontong, Supiani mengatakan, dirinya saat ini mengurangi pembelian telur dengan jumlah yang besar. Sebab, warga yang mau membeli sudah jarang.

"Paling banyak sehari lima kilogram yang dibeli. Karena pernah waktu itu, ketika stok hampir sepuluh kilogram, yang mau habis lama," ucapnya.

Dikatakan, harga telur saat ini relatif murah. Satu kilogram yang dijual di pasar tradisional kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu.

"Kalau harganya tidak mahal, stabil lah. Karena mungkin sekarang banyak stok telor ayam, makanya harganya tidak mahal," pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #ayam ras #sepi pembeli #harga murah #Pedagang Mengeluh Sepi #Mimbaan Baru #harga telur