Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cara Petani Situbondo Sukses Kembangkan Tanaman Green House Melon di Lahan Kering

Iwan Feriyanto • Senin, 16 Desember 2024 | 20:30 WIB
Sugeng memetik buah melon dari lahan kering yang disulap menjadi green house.
Sugeng memetik buah melon dari lahan kering yang disulap menjadi green house.

RadarSitubondo.id - Sugeng, salah seorang petani buah di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, memiliki cara sendiri membangun usaha melon melalui tanaman green house di saat cuaca tidak menentu.

Cara tersebut dinilai lebih efektif. Terbukti, bisa menghasilkan omzet puluhan juta sekali panen.

Kata Sugeng, ide tersebut muncul ketika menghadapi kondisi cuaca di Situbondo yang tidak menentu. Sehingga membuat hasil panen buah tidak maksimal. Sehingga tidak banyak memberikan keuntungan.

 “Kami cari cara bagaimana bisa menghadapi kondisi alam yang tidak menentu ini. Terbesit membangun green house berkat pengalaman yang pernah dimiliki dulu,” ujarnya, Minggu (15/12).

Sugeng mengaku, pola tanaman  green house memiliki keuntungan tersendiri.  Tidak membutuhkan lahan khusus seperti di areal sawah. Bahkan dengan cara seperti itu dapat menghasilkan buah dengan kualitas premium.

"Bahkan pola tanamannya lebih mudah ketimbang tanaman melon di areal sawah, mulai dari penyemaian hingga perawatan buah" ujarnya.

Dikatakan, cara tersebut memiliki tingkat keberhasilan jauh lebih besar. Pasalnya, tanaman green house dapat terhindar dari serangan hama yang merusak tanaman ketimbang tanaman melon yang dikembangkan pada lahan terbuka di hamparan luas.

"Green house ini dibangun salah satunya untuk mencegah terjadinya gagal panen. Seperti serangan hama, maupun penyakit tanaman," ucapnya.

Akan tetapi, Sugeng mengatakan, penggunaan metode green house membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya untuk kebutuhan tersebut, dirinya mengeluarkan modal hingga ratusan juta.

"Modal itu dipakai untuk membangun green house, kemudian pembelian bibit, lalu media tanam dan kebutuhan lainnya itu ditotal sekitar Rp 100 juta," ucapnya.

Kata Sugeng, modal tersebut memang terlihat sangat besar. Namun demikian, omzet yang didapatkan justru juga besar. Seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.

Baca Juga: Pengusaha di Situbondo Ini Sukses Sulap Lahan Tandus Bekas Tambang Jadi Lahan Produktif

"Satu kali panen bisa menghasilkan satu ton lebih buah melon. Kemudian, harga buah melon satu kilogram dibandrol sebesar Rp 27 ribu. Jika di total omzet yang didapatkan bisa puluhan juta," jelasnya.

Sugeng menambahkan, saat ini dirinya tidak khawatir ketika saat musim panen. Pasalnya, buah melon miliknya sudah banyak pesanan. Bahkan, dirinya memiliki pelanggan tetap tidak hanya di Situbondo melaikan di luar daerah.

“Penjualan buah melon merambah ke kebeberapa daerah, seperti Bali, Jember, Blitar, Pasuran, Probolinggo hingga blitar,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #tanaman buah #petani #lahan kering #Melon #green house #pertanian