Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Harga Cabai di Situbondo Masih Tinggi, Tapi Hasil Panenan Menurun

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 7 Januari 2025 | 18:05 WIB
PENEN CABAI: Sejumlah buruh memanen cabai di ladang milik H. Imron di Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Senin (6/12).
PENEN CABAI: Sejumlah buruh memanen cabai di ladang milik H. Imron di Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Senin (6/12).

RADAR SITUBONDO - Harga cabai rawit di Kabupaten Situbondo melambung tinggi. Senin (6/1) harga di tingkat petani dalam satu kilogram (kg) Rp 65 ribu. Meskipun harga cukup mahal, hasil panen cabai menurun sebagai dampak hujan.

Sugirto, 54, mengatakan, harga cabai cukup menggembirakan para petani. Harganya semakin mahal. Harga cabai dari Rp 30 ribu perkg naik menjadi Rp 58 ribu, hingga mencapai Rp 65 ribu.

“Hari ini (kemarin) harga cabai Rp 65 ribu, dua hari sebelumnya masih Rp 58 ribu. Katanya kalau di pasar sudah Rp. 100 ribu,” ungkapnya.

Dikatakan Sugirto, meskipun harga cabai semakin mahal, hasil panen cabai sangat minim di tingkat petani.

Sebab, banyak pohon cabai yang mati, meskipun berbuah juga sedikit. Ditambah lagi cabai banyak yang terkena penyakit.

“Batang cabai sudah banyak yang mati, yang hidup juga kena penyakit. Cabai kriting sehingga pedagang cabai banyak memotong harga. Harganya mahal, potongannya juga banyak,” tegas Eksan.

Dikatakan, perawatan cabai pada musim hujan juga membuat petani mengeluh. Biaya perawatannya juga semakin banyak.

“Untuk menjaga cabai agar tetap bagus, ya harus bermain obat. Gak diobat ya kriting. Semakin sering diobat cabai biasanya tidak bertahan lama,” pungkas Sugirto. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#harga cabai #naik #petani #cabai rawit #Kabupaten Situbondo #mahal #panen turun