RadarSitubondo.id - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, punya aktivitas baru. Sejumlah narapidana mulai diajari membuat seni ukir kayu.
Kepala Rutan Situbondo, Rudi Kristiawan mengatakan, sejumlah WBP dipilih untuk belajar membuat keterampilan tangan dalam pembuatan seni ukir kayu. Pekerjaannya santai, namun hasil yang didapatkan bisa bernilai ekonomis.
“Program di dalam rutan banyak, dari pembuatan roti, cara bertani, hingga belajar seni hadrah. Ini ada lagi yang baru seni ukir kayu,” Ujar Rudi, Kamis (9/1).
Kini WBP sudah bisa membuat beraneka ragam kreasi, seperti tempat tisu dari kayu, dinding kaligrafi, asbak, hingga bermacam hiasan rumah lainnya yang menarik.
“Alhamdulillah WBP merasa senang dan bisa membuat karya dari dalam Rutan untuk oleh-oleh ketika pulang,” tegas Rudi.
Dari hasil kreasi tersebut, tentu WBP bisa mendapat penghasilan meskipun dari dalam rutan. Apalagi pada saat bebas bisa melanjutkan kreativitas yang sudah diajari di dalam rutan. Tentu manfaatnya akan lebih besar.
“Ini prodak yang sudah jadi nanti akan dijual, ini WBP yang tekun dan berhasil menguasai ilmunya kan bisa buka usaha di rumahnya. Kalau dilateni lumayan banyak juga penghasilannya. Urusan pembeli tinggal bangun jaringan saja,” Katanya.
Rudi menegaskan, kegiatan tersebut untuk mewujudkan salah satu program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
“Hal ini juga selaras dengan tujuan pemasyarakatan yaitu membentuk WBP menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi kembali tindak pidana,” tutup Rudi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin