Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kasus PMK di Situbondo Melandai, Pekan Depan Pasar Hewan Diaktifkan Kembali

Iwan Feriyanto • Rabu, 29 Januari 2025 - 14:30 WIB
BERDAGANG: Seorang pedagang sapi memegang tali yang dikaitkan kepada leher sapi di Pasar Hewan Sabtuan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.
BERDAGANG: Seorang pedagang sapi memegang tali yang dikaitkan kepada leher sapi di Pasar Hewan Sabtuan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.

RadarSitubondo.id – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo berencana mengaktifkan kembali pasar hewan di Situbondo, yakni Seninan, Kamisan dan Sabtuan.

Ini menyusul kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah mereda dan tidak ditemukan kasus baru.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada kantor Disnakkan Situbondo, Sulistiyani mengatakan, rencana pembukaan pasar hewan dilaksanakan 3 Februari 2025.

Kepastian itu sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bupati nomor 100.3.4.2/11/431.418/2025 yang ditetapkan pada 10 Januari 2025.

“Seperti pasar hewan Seninan yang sudah tutup selama tiga minggu akan kembali beroperasi pada hari Senin depan," ujarnya, Selasa (28/1).

Dikatakan, selain pasar hewan Seninan di Kecamatan Besuki yang beroperasi, berapa tempat pasar hewan lainnya juga kembali beroperasi. Seperti pasar hewan Kamisan di Kecamatan Asembagus dan pasar hewan Sabtuan di Kecamatan Panarukan.

“Bismillah ya, Seninan dulu yang dibuka. Karena sudah tiga minggu ditutup. Kalau yang Sabtoan dan Kamisan masih dua minggu tutup jadi nunggu sekali lagi, setelah itu buka juga,” cetusnya.

Selain itu, Sulis menyampaikan, Disnakkan sebelumnya menutup tiga lokasi pasar hewan. Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran penyakit PMK. Sebab, pasar menjadi salah satu tempat yang mudah menyebarkan virus menular tersebut.

“Disnakkan melakukan penutupan tiga tempat pasar hewan mulai 13 Januari hingga 2 Februari 2025. Penutupan dilakukan untuk menekan angka kasus PMK yang terus meluas,” jelasnya.

Dijelaskan, kasus PMK saat ini sudah mulai menurun. Beberapa pekan ini hampir tidak ada hewan ternak yang terjangkit virus tersebut.

“Alhamdulillah kasus PMK sudah reda. Namun tetap nanti ketika pasar hewan diaktifkan kembali harus mengutamakan protokol kesehatan. Seperti penyemprotan dan pemeriksaan ternak,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Penyakit Mulut dan Kuku #Penyakit PMK #pasar hewan #pasar dibuka #disnakkan