RadarSitubondo.id - Sehin hari ini (3/2), pasar Hewan Seninan di Situbondo dibuka kembali setelah tutup beberapa pekan akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).
Selama pasar tersebut beroperasi, dinas diminta menjaga ketat adanya sapi dari luar kota. Jika perlu, pedagang harus membawa surat keterangan sehat dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) dari daerah asal sebelum masuk ke Situbondo.
Salah satu peternak, Fathur Rozi mengatakan, peran pemerintah sangat penting sekali mengawasi dengan ketat penjualan sapi dari luar. Sehingga, bisa mengantisipasi virus PMK menyebar ke ternak lain di pasar hewan.
“Kalau dulu jamannya PMK, pedagang dari luar kota membawa surat keterangan sehat dari puskeswan asal. Jadi bisa diketahui sapi yang dibawa itu sehat atau sakit terpapar PMK,” ujarnya, Minggu (2/2).
Dia berharap, penggunaan surat keterangan itu bisa kembali diberlakukan. Sehingga sapi yang mereka bawa tidak merugikan sapi lainnya. Dengan demikian, penjualan sapi di pasar hewan bisa normal kembali.
“Pengawasan dengan ketat ini harapannya dapat mencegah kasus PMK baru di Situbondo,” harapnya.
Selain itu, Rozi menceritakan, peternak saat ini sudah jenuh menghadapi virus PMK. Pasalnya, penyakit menular tersebut sangat merugikan. Selain banyak sapi yang terpapar sampai mati, juga mengakibatkan harga sapi anjlok.
“Sebelum terjadi PMK, harga sapi dewasa bisa mencapai belasan juta, kalau sekarang lakunya di bawah Rp10 juta,” ungkapnya.
Oleh sebab itulah, Rozi meyampaikan, kasus PMK cepat normal. Sehingga penjualan sapi dapat meningkat secara normal. Dengan begitu peternak bisa untung kembali.
“Saya hanya tidak ingin kasus PMK ini terus-terusan merugikan peternak. Karena kami sendiri yang merasakan betul dampaknya. Banyak ruginya,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo, Sulistiyani mengatakan, pembukaan pasar hewan di Situbondo sudah dipersiapkan secara matang. Seperti pemberian vaksinasi kepada ternak sapi secara serentak, pengobatan sapi serta penyemprotan disinfektan di pasar hewan selama ditutup.
“Petugas akan berjaga di pasar hewan sekaligus melakukan penyemprotan kepada angkutan sapi yang dibawa pedagang. Lalu mengecek kondisi kesehatan hewan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Disnakkan berencana mengaktifkan kembali pasar hewan di Situbondo, yakni pasar hewan Seninan, Kamisan dan Sabtuan mulai 3 Februari 2025. Ini menyusul kasus PMK yang sudah mereda dan tidak ditemukan kasus baru. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin