RADAR SITUBONDO - Penjual durian montong di Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan menjadi incaran pecinta durian di Kota Santri Situbondo, Jawa Timur.
Setiap hari, pangkalan raja buah tersebut tak pernah sepi pembeli. Keuntungan dalam sehari bisa tembus Rp 10 juta.
Yurike, 23, pemilik toko durian mengaku tidak menyangka bisnisnya bisa terkenal dan didatangi banyak orang.
Meskipun harga buah yang dijual cukup mahal, namun tetap banyak orang yang membeli. Bahkan dengan jumlah yang tidak sedikit.
“Harga paling murah untuk satu durian montong kisaran Rp 150 ribu, ada juga yang Rp 750 ribu hingga yang Rp 1 juta. Meskipun mahal tetap ada yang beli. Kalau penghasilan sehari bisa kuat di atas Rp 10 juta,” ujar Yurike.
Dikatakan, cara penjulan dilakukan secara online. Dia konsisten mengambil gambar setiap pembeli lalu dipublikasikan.
Sehingga banyak pecinta durian yang membeli secara online. Baik warga Situbondo maupun dari luar Kabupaten.
“Kalau yang datang ke tempat ini (toko durian) macam-macam ada rombongan polisi, ada juga rombongan pejabat, orang umum juga banyak. Tapi kalau yang pejabat atau penguasaha belinya yang besar-besar,” katanya.
Diceritakan, berjualan durian menjadi terkenal dan laris seperti saat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Butuh tekad agar pelanggan tidak kecewa. Yaitu memberi garansi pada setiap pembeli untuk mencicipi terlebih dahulu sebelum membeli.
“Beli pada kami tidak akan kecewa, sebelum membayar bisa mencicipi durian yang akan dibeli. Kalau tidak manis bisa dikembalikan. Jadi kami benar-benar jual kualitas. Alhamdulillah satu pembeli bisa datang hingga berkali kali,” imbuhnya.
Yurike mengaku berjualan durian di rumahnya baru dua tahun. Sebelumnya dia mangkal di pinggir jalan pantura Situbondo. Lain lagi bapaknnya yang sudah jualan durian hampir sepuluh tahun.
“Saya hanya meneruskan usaha bapak. Dulu bapak jualan durian, sekarang diganti saya. Bapak saya ada di Bali,” pungkas Yurike. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin