RADAR SITUBONDO - Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Santri Situbondo, Jawa Timur, dikeluhkan sejumlah pembeli.
Sebab, beras murah tersebut saat ini mulai kosong di pasar. Sedangkan untuk membeli beras yang lain, masyarakat yang tergolong tidak mampu, kesulitan lantaran harganya mahal.
Salah satu pedagang kelontong, Evita Wulandari mengatakan, stok beras SPHP yang kosong bukan baru sekarang, melainkan sudah beberapa hari terakhir ini.
Sudah tidak ada pengiriman kembali. Padahal, distributor sudah beberapa kali dihubungi untuk pengiriman stok baru.
“Sudah lama beras SPHP kosong. Sekarang yang ada beras 55 beras 88 beras Pandan Wangi,” ujarnya, Kamis (6/3).
Dijelaskan, penyebab beras SPHP kosong di toko lantaran banyak diminati pembeli. Selain harganya yang cukup murah, kualitas berasnya juga bagus dan enak dikonsumsi.
“Satu kilogram beras Rp 10 ribu lebih. Sedangkan beras TH 88 Rp 14.500 perkilogram dan beras TH 55 harganya Rp 15 ribu perkilogram. Jadi perbedaannya harga cukup jauh,” ucapnya.
Evi mengaku, sejak stok beras SPHP kosong banyak pembeli mengeluh. Ini karena belum ada beras lain yang harganya sama.
Sedangkan stok beras yang ada saat ini cukup mahal dan tidak semua masyarakat mampu membeli.
“Memang kalau beras SPHP ini relatif murah, sehingga banyak disukai pembeli ketimbang beras-beras yang lain,” ucapnya.
Evi berharap, segera ada pengiriman stok beras SPHP kepada pedagang. Pasalnya, beras murah tersebut banyak ditunggu masyarakat.
“Kalau saya sebagai pedagang sudah tahu bagaimana keluhan pembeli. Mereka menginginkan stok beras SPHP ini disediakan lagi,” tandasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin