Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Curhat Pedagang Musiman Bulan Ramadhan di Pasar Mimbaan Baru Situbondo. Sewa Tempat Mahal, Pembeli Sepi

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 12 Maret 2025 | 10:00 WIB
LENGANG: Kondisi Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji sepi dari pengunjung, Selasa (11/3) pukul 16.00.
LENGANG: Kondisi Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji sepi dari pengunjung, Selasa (11/3) pukul 16.00.

RADAR SITUBONDO - Tak sedikit pedagang di Pasar Mimbaan Baru Situbondo, Jawa Timur, yang mengeluhkan sepinya pembeli pada Bulan Ramadhan.

Padahal, sewa stand di Pasar Mimbaan Situbondo juga cukup mahal. Satu bulan Rp 400 ribu. Itu lain bayar lampu dan uang parkir.

Dulu, pembuka lapak di Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji, cukup banyak hingga berdesakan. Saat ini sudah tinggal beberapa, itu pun dagangan yang dipasarkan tidak jauh berbeda. Rata-rata jualan kurma dan jajanan untuk lebaran.

“Sekarang pedagang sedikit, tidak seperti tiga tahun sebelumnya. Ini, sewa etalase saja Rp 400 ribu, sewa lampu Rp 2 ribu per unit, saya butuh lampu 5 unit. Lain lagi uang parkir Rp 2 ribu. Kalau ditotal sebulan nyampe Rp 500 ribu. sekarang sudah banyak yang tidak buka,” ujar salah satu pedagang yang berjualan Kurma selama 12 tahun, Selasa (11/3).

Dikatakan, pengunjung yang datang ke Pasar Mimbaan yang akrab disebut pasar tingkat sangat minim. Besar kemungkinan akibat THR dari pemerintah belum dicairkan sehingga jarang datang ke pasar untuk belanja.

“Awal ramadhan sempat ramai, dapat tiga hari sepi lagi sampai sekarang. Mungkin karena THR dari pemerintah belum turun, hingga orang lagi tidak pegang uang banyak,” cetus perempuan yang enggan namanya dikorankan itu.

Kata perempuan 54 tahun itu, Pasar Mimbaan Baru diperkirakan akan ramai menjelang hari raya Idul Fitri kurang sepuluh hari. Sebab, sudah mamasuki masa libur baik pejabat maupun anak yang sekolah.

“Bisa jadi pada tanggal 20 Ramadan pasar mulai ramai. biasanya begitu, semoga saja ramai,” ucapnya.

Tahun lalu, Pasar Mimbaan cukup ramai akibat banyak pembeli yang datang ke KDS. Apalagi banyak pengunjung KDS yang memarkir kendaraan di pasar tingkat. Namun saat ini KDS mengalami musibah kebakaran hingga tutup.

“Musibah KDS juga berdampak pada kami, andai Roxy  itu dekat ke sini mungkin Pasar Mimbaan tidak sepi begini. Usulan saya pada pemerintah kalau ada investor yang mau datang ke Situbondo dan mau buka usaha, usahakan tempatnya dekat dengan pasar,” katanya.

Semantara itu, Rouf, salah satu pedagang juga mengaku bahwa penyebab Pasar Mimbaan sepi akibat bersaing dengan pasar online.

Sedangkan pedagang di Pasar Mimbaan banyak yang tidak mengusai cara berdagang melalui online.

“Saya saja jualan online melalui aplikasi tiktok live beberapa jam tak ada yang nonton, sampe malu sendiri. Mungkin sudah bukan zamannya,” pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Mengeluh #pedagang #sepi pembeli #pembeli sedikit #pasar mimbaan