Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pedagang Baju di Pasar Mimbaan Baru Situbondo Terpaksa Bertahan Karena Tidak Punya Pekerjaan Lain

Iwan Feriyanto • Rabu, 9 April 2025 | 11:00 WIB
PILIH-PILIH: Salah satu warga mencari baju yang di lapak milik pedagang di pasar tingkat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Selasa (8/4).
PILIH-PILIH: Salah satu warga mencari baju yang di lapak milik pedagang di pasar tingkat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Selasa (8/4).

RADARSITUBONDO.ID - Nasib pedagang baju di Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, Situbondo, semakin terpuruk.

Bertahun-tahun bertahan meski minim pembeli yang datang. Bahkan, dari puluhan lapak yang ada, saat ini hanya tinggal beberapa saja karena bangkrut.

Salah satu pedagang, Mirfano mengatakan, lapak baju yang saat ini aktif beroperasi hanya tinggal hitungan jari saja.

Pasalnya, banyak pengusaha yang memilih berhenti karena kondisi pasar yang sepi. Ini mengakibatkan pendapatan semakin tidak menentu.

“Kalau tidak salah sekarang yang jualan itu gak sampai sepuluh toko. Mulai dari sisi barat pasar sampai sisi timur pasar,” ujarnya, Selasa (8/4).

Dikatakan, jika dibandingkan puluhan tahun lalu, pengusaha baju menjadi toko yang paling banyak diincar warga.

Bahkan, setiap menjelang lebaran misalnya, pengunjung penuh sampai berdesakan. Tetapi lebaran tahun ini justru sepi, pembelinya sangat minim.

Selain itu, Misfano mengaku, pedagang baju yang saat ini masih tetap beroperasi karena terpaksa.

Pasalnya, tidak ada pekerjaan lain yang bisa dijadikan mata pencaharian untuk beralih. Apalagi pengusaha yang ada saat ini rata-rata sudah lanjut usia. Sehingga, tidak bisa membangun usaha lain.

“Memilih tetap buka sampai sekarang ini karena tidak tahu juga saya harus ngapain. Sudah berumur dan tidak bisa mencari kerja lain. Saya rasa pun bagi yang masih muda tidak akan mau bikin usaha baju di sini, karena tidak ada pembeli,” ucapnya.

Dia beraharap, pemerintah peduli terhadapa nasib pedagang. Agar pendapatan mereka bisa kembali stabil. Setidaknya ada uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Pengennya ramai lagi seperti dulu, tidak ada keinginan yang lain bagi pedagang di sini,” tandasnya.

Sementara itu, Fitri, pedagang lainnya mengaku, setiap hari paling banyak hanya melayani dua sampai tiga orang pembeli saja sejak buka dari pagi hari hingga sore hari. Selain itu, sudah tidak ada pembeli lain yang datang. 

“Sebetulnya setiap hari lebih banyak nganggurnya dari pada melayani pembeli. Kadang kalaupun ada, pembeli maksimal tiga orang saja, berikutnya sudah tidak ada,” ucapnya.

Disebutkan, omzet yang didapatkan sangat kecil. Padahal, biaya yang dikeluarkan cukup banyak. Yakni untuk kebutuhan uang parkir dan kebutuhan listrik toko serta kebutuhan lain untuk perawatan baju agar tidak cepat rusak.

“Uang parkir di sini untuk sewa toko per hari Rp 10 ribu. Ada atau tidak ada pembeli tetap bayar kepada petugas ,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Bertahan #sepi pembeli #pedagang baju #pasar mimbaan