RADARSITUBONDO.ID - Kondisi Pasar Mimbaan Situbondo yang terus sepi disebabkan beberapa faktor.
Salah satunya banyak warga yang lebih tertarik belanja online dari pada belanja langsung ke toko. Sehingga, lapak pun sepi akibat teknologi yang semakin canggih.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Edy Wiyono mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini warga merasa lebih nyaman belanja baju online.
Pasalnya, lebih memudahkan mereka mendapat barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah, antre atau memilih baju di lapak pedagang langsung.
"Saat ini hampir semuanya online. Salah satunya membuka usaha online dan belanja online. Sehingga kondisi pasar sepi," ujarnya, Rabu (9/4).
Pria yang akrab disapa Edy itu menyatakan, bagi pedagang yang memilih untuk membuka usaha secara konvensional akan merasakan dampaknya terkait omzet pendapatan yang terus menurun.
Namun pedagang yang memanfaatkan teknologi untuk usaha masih bisa mudah mendapat pembeli.
"Mau tidak mau sekarang jamannya sudah online. Dan harus beradaptasi dengan media sosial untuk memasarkan usaha," ucapnya.
Selain itu, Edy mengatakan, pedagang harus kreatif dan inovatif. Hal itu lebih mudah mendapat perhatian masyarakat hingga tertarik membelanjakan uangnya di lapak tersebut.
"Harus inovasi dan kreatif. Salah satu cara yang dapat membuat masyarakat itu mendatangi usaha kita dan membeli produk kita," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Nasib pedagang baju di Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji semakin terpuruk.
Bertahun-tahun bertahan meskipun minim pembeli yang datang. Bahkan dari puluhan lapak yang ada, saat ini hanya tinggal beberapa saja, karena bangkrut. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin