Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

1 Lapak di Pasar Panji Dibandrol Rp 3-5 Juta, Pedagang Kecil di Situbondo Tak Kuat Bayar

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 11 April 2025 | 20:45 WIB
SEPI: Kondisi pasar di Kecamatan Panji sepi dari pengunjung, pada pukul 11.30, Kamis (10/4). (Humaidi/Radar Situbondo)
SEPI: Kondisi pasar di Kecamatan Panji sepi dari pengunjung, pada pukul 11.30, Kamis (10/4). (Humaidi/Radar Situbondo)

RADARSITUBONDO.ID – Lapak di pasar tradisional Kecamatan Panji dikeluhkan. Sebab, banyak diantaranya yang diduga dikuasai pemilik modal besar. Akibatnya banyak lapak yang tidak digunakan untuk berjualan.

Informasi yang dihimpun Radar Situbondo, banyak pedagang baru yang ingin berjualan di Pasar Panji namun terkendala modal.

Sebab, untuk menempati lapak di pasar Panji harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Padahal, lapak-lapak tersebut disediakan oleh Pemkab Situbondo.

“Banyak yang tidak bisa berjualan di Pasar Panji, gara-gara sewa lapaknya mahal, saya termasuk yang ingin jualan tapi belum kuat bayar,” ujar GT kepada Radar Situbondo, Kamis (10/4).

Kata GT, pembayaran sewa lapak bukan pada pemerintah daerah, tapi pada pedagang lama yang sudah membeli lapak.

Satu lapak di Pasar Panji dibandrol Rp 3,5 juta, khusus lapak yang kurang strategis. Untuk lapak yang bagus dan strategis Rp 5 juta per tahun.

“Beli lapaknya pada pedagang juga. Tidak tahu bagaimana ceritanya lapak di pasar bisa disewakan. Bahkan dijual belikan,” imbuh GT.

Padahal aturan yang berlaku, bagi pedagang yang ingin berjualan di dalam Pasar Panji cukup bayar uang retribusi pada daerah Rp 2 ribu perhari. Untuk air dan lampu dibayar sendiri-sendiri.

“Saya rasa uang Rp 2,5, perbulan tidak masuk ke daerah, lalu fungsi kepala pasar dan dinas pendidikan bagaimana. Apakah ini sudah diketahui tapi dibiarkan, atau memang tidak diketahui,” ujarnya.

Kadiskoperindag Situbondo, Edy Wiyono, mengaku baru mendengar kabar dan akan segera melakukan investigasi. Selanjutnya akan memanggil kepala pasar sekaligus pemilik lapak yang lebih dari tiga.

“Jika terbukti benar, kami akan mengambil tidakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Nanti bisa menarik kembali lapak -lapak yang telah di alihfungsikan atau disewakan,” pungkas Edy. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Sewa Mahal #Pedagang Mengeluh Sepi #pasar panji #sewa lapak