Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ini Penyebab Harga Porang di Situbondo Anjlok, Sekilo Seharga Kerupuk

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 12 April 2025 | 19:30 WIB
MUSIM PANEN: Pedagang menimbang porang di Dusun Telaga, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Jumat (11/4).
MUSIM PANEN: Pedagang menimbang porang di Dusun Telaga, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Jumat (11/4).

RADARSITUBONDO.ID - Memasuki musim panen, harga jual porang terancam turun. Ini sebagai akibat kebiasaan sebagian petani yang melapisi porang dengan tanah saat menjual ke pedagang sehingga beratnya bertambah.

Padahal, dalam satu bulan terakhir ini, harga porang mencapai Rp 10 ribu per kilogram (kg).

Jaja, salah satu pedagang porang mengatakan, harga porang di pabrik saat ini mencapai Rp 10 ribu perkg. Namun harga di tingkat petani hanya Rp 5 ribu perkg.

Dengan harga Rp 5 ribu, berarti hampir sama dengan harga kerupuk yang dijual di pinggir-pinggir jalan.

Jika harga di pabrik turun menjadi Rp 7 ribu perkg, maka harga di petani bisa-bisa hanya Rp 5 ribu perkg.

“Sekarang harganya masih lumayan, Rp 10 ribu di tingkat pabrik, kalau di tingkat petani Rp 9 ribu. Kalau saat harga masih anjlok 1 Kg hanya Rp 5 ribu. Dalam pekan ini harganya banyak kabar mau turun,” ujar Jaja.

Harga porang terancam turun diakibatkan beberapa hal. Yang pertama memang sudah musim panen porang.

Ke dua pabrik yang ingin membeli minim. Ditambah lagi dengan ulah petani yang menjual porang dengan melapisinya dengan tanah untuk memberatkan timbangan.

“Saat tiba di pabrik porang, ada beberapa karung yang isinya tidak bagus, porang dari petani seperti sengaja dilapisi dengan tanah agar timbangan berat. Itu yang merusak, bahkan pabrik bisa mengalami kerugian,” kata Jaja.

Dia mengaku, sebagai pedagang porang juga lalai dalam memeriksa porang yang dibeli. Sebab dia sudah terlanjur percaya pada petani jika porang yang dijual petani sudah bersih dan layak masuk ke pabrik.

“Saya kan sudah percaya sama petani, jadi pengecekan tidak terlalu teliti. Ternyata beberapa hari terakhir sebagian petani malah melapisi porang dengan tanah dan menjual pada saya,” kata Jaja.

Dia berharap agar petani lebih jujur lagi agar harga porang tidak turun drastis. Jika petani tetap bermain curang, akan merusak harga sehingga petani juga mengalami kerugian.

“Saya berharap untuk petani yang ingin menjual porang agar tidak bermain curang. Ini akibat segilintir orang masak semua petani porang mau menerima dampaknya, kasihan,” pungkas Jaja. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #petani #porang #harga anjlok #kerupuk