RADARSITUBONDO.ID - Anggota DPRD Fraksi PPP Situbondo, Dra. Hj. Umi Maslahah menemukan pembelian harga gabah kering petani di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Gabah kering hanya dibeli Rp. 5.800. Padahal, HPP yang ditetapkan pemerintah Rp. 6.500 perkg.
Politisi perempuan berjilbab tersebut menjelaskan, petani kebingungan dengan harga gabah saat ini. Sebab, arahan Presiden Prabowo Subianto sudah jelas mematok harga Rp 6.500 perkg.
"Saya kan gemar turun langsung ke lapangan, karena ingin memastikan harga gabah, namun ternyata tidak sesuai dengan yang ditentukan pemerintah, hanya Rp 5.800," paparnya saat ditemui di kantor DPC PPP Situbondo. Senin, (14/4).
Dia mengaku akan melakukan langkah-langkah untuk kepentingan hal tersebut. Di antaranya melakukan koordinasi ke wakil ketua dewan.
"Kita akan sampaikan ke Ketua Komisi DPRD Kabupaten Situbondo, insya Allah akan kita koordinasikan juga ke bulog atau kita akan manggil bulog," tambah mantan pejabat di Kantor Kemenag Situbondo tersebut.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya menginginkan agar petani mempunyai akses kerja sama dengan pemerintah, sehingga bisa menjual gabah sesuai HPP.
"Pemerintah itu harus bisa menggandeng penggilingan padi, sebab kalau petani menjual langsung ke Bulog apalagi tempatnya jauh, maka petani tidak akan tahu aksesnya ke mana," katanya.
Selain itu, dia berharap agar kepala dinas pertanian bisa ikut mensosialisasikan harga gabah yang sudah di tetapkan pemerintah pusat kepada petani. Sebab, mereka tidak semuanya tahu.
"Terutama pemerintah harus mensosialisasikan terhadap petani supaya tahu harus menjual ke siapa, sehingga bisa mendapatkan harga gabah sesuai ketentuan pemerintah, " tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Dadang Aries Bintoro mengaku sudah berkordinasi dengan Bulog.
"Sebab, yang diberikan penugasan (untuk membeli seuai) HPP adalah bulog," Katanya saat di konfirmasi. melalui jaringan telepon seluler, Senin (14/4).
Dadang menerangkan, akan melaporkan keadaan ini terhadap Dandim dan Babinsa untuk selanjutnya bisa meneruskan informasi kepada petani ketika sudah panen gabah. Mereka diharapkan bisa menghubungi bulog.
"Iya saat panen, supaya mendaftarkan diri kepada bulog supaya mendapatkan harga sesuai HPP," pungkasnya. (mg1/pri)
Editor : Ali Sodiqin