RADARSITUBONDO.ID - Sejumlah warga memilih menjadi penambang pasir tradisional di sungai Desa Siliwung, Kecamatan Panji, Situbondo.
Meski resikonya cukup tinggi, namun pekerjaan itu terus dilakukan demi memenuhi biaya kebutuhan hidup yang semakin hari semakin mahal.
Handi, 35, salah satu penambang mengaku sudah sekian tahun menjadi pekerja tambang pasir tradisional di Sungai Sampean Baru yang membelah Desa Siliwung dan Kotakan.
Diakuinya, melakukan pekerjaan tersebut bukanlah hal ringan. Dia harus melawan derasnya arus sungai dan rasa dingin yang sangat karena terus menerus berendam di dalam air.
Lamanya menekuni dunia penambang pasir tradisional, membuat Handi cukup lihai mengambil pasir dari dasar sungai yang arus airnya cukup besar.
Bayangkan saja, dalam sehari, dia bisa mengangkut hingga delapan pikap pasir dari dalam sungai.
"Pasir ini dari dasar saya sungai saya tampung di perahu, baru kemudian saya bawa ke tepi sungai. Saya sudah lama bekerja jadi tukang tambang pasir, sehari bisa dapat delapan pikap. Kalau lebih, tidak mampu, " ujarnya.
Handi mengungkapkan harga pasir cukup beragam. Disesuaikan dengan mobil yang mengangkut pasir.
Untuk mobil pikap L-300 harganya Rp 70 ribu. “Kalau pikap lain ya bisa lebih atau kurang dari harga segitu,” terangnya.
Dikatakan, penambang mengeruk pasir tetap mempertahankan menggunakan alat tradisional. Sebab, jika menggunakan alat berat, bisa menyebabkan kerusakan pada lingkungan.
“Semua warga yang mengambil pasir di sini tetap menjaga kelestarian lingkungan dan tidak pernah menggunakan alat yang menyebabkan lingkungan rusak,” paparnya.
Baca Juga: Penambang Pasir Temukan Mayat Nenek Mengambang di Dekat Jembatan Limpas Sungai Sampean Situbondo
Pria berumur 35 tahun itu menjelaskan, penghasilan yang didapatkan memang lumayan besar.
Namun, resiko yang harus ditanggung cukup tinggi. Ini jika melihat kedalaman sungai serta arus yang deras. Keadaan tersebut bisa membuat penambang tenggelam.
“Semua pekerjaan penuh resiko, Mas. Tapi apa boleh buat, hanya ini yang dapat saya kerjakan yang penting bisa menghasilkan uang halal,” Jelasnya. (Ahmad Rofi’i/pri)
Editor : Ali Sodiqin