Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Event 'Situbondo Tempoe Doeloe 25' Lebih Layak Dikatakan Pasar Malam

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 14 Juni 2025 | 05:00 WIB
DIGELAR 12-14 JUNI: Salah satu pemandangan jejeran stand dalam even Situbondo Tempoe Doeloe 2025 yang digelar di lingkungan Pabrik Gula (PG) Pandjie.
DIGELAR 12-14 JUNI: Salah satu pemandangan jejeran stand dalam even Situbondo Tempoe Doeloe 2025 yang digelar di lingkungan Pabrik Gula (PG) Pandjie.

radarsitubondo.id – Pelaksanaan 'Situbondo Tempoe Doeloe 25' yang digelar 12 hingga 14 Juni di lingkungan Pabrik Gula (PG) Pandjie, dinilai tidak sesuai dengan judul acara.

Sebab, stand yang berjejer di dalamnya ternyata didominasi pedagang kuliner.

Itu pun tidak terseleksi sebagaimana konsep acara yang ingin menekankan rasa jadul (jaman dulu).

Sejumlah peserta dan pengunjung mengaku sangat kecewa dengan keadaan tersebut.

Sebab, acara yang terselenggara lebih pas dikatakan pasar malam dari pada 'Situbondo Tempoe Doeloe'.

'Terus terang saya sangat kecewa, karena awalnya saya kira ini benar-benar event yang akan menghadirkan kembali 'Situbondo Tempoe Doeloe'.

Ternyata ini CFD (Car Free Day) yang pindah tempat," terang sumber yang meminta identitasnya dirahasikan tersebut.

Kata dia, 'Situbondo Tempoe Doeloe' seharusnya mampu menghadirkan kembali memori kolektif masyarakat tentang Situbondo di masa lalu.

Bisa mulai dekade 60 an sampai 80 an. Tidak hanya tentang makanan tapi juga barang-barang ikonik di masa itu.

DIGELAR 12-14 JUNI: Salah satu pemandangan jejeran stand dalam even Situbondo Tempoe Doeloe 2025 yang digelar di lingkungan Pabrik Gula (PG) Pandjie.
DIGELAR 12-14 JUNI: Salah satu pemandangan jejeran stand dalam even Situbondo Tempoe Doeloe 2025 yang digelar di lingkungan Pabrik Gula (PG) Pandjie.

'Ternyata saat pelaksanaan di dalamnya kebanyakan orang jualan masakan.

Sebenarnya gak masalah sih, kalau misalnya mau menyuguhkan kuliner, tapi harusnya hanya makanan, jajanan atau minuman tempo dulu.

Harus terseleksi sesuai dengan judul acara. Tapi nyatanya asal terlaksana. Apa saja masuk.

Akhirnya acara jauh panggang dari api. Ini Lebih mirip pasar malam,' tegasnya.

Disebutkan, selain stand makanan dan minuman, stand yang menyuguhkan properti atau barang-barang tempo dulu diperkirakan tak sampai sepuluh persen.

'Kita awalnya mau mundur karena kok jadi mirip pasar malam, cuma sudah terlanjur bawa barang. Ya akhirnya bertahan meski sangat kecewa,' tegasnya.

Pantauan Koran ini, stand peserta kegiatan memang didominasi pedagang kuliner Situbondo hari ini.

Bahkan, di depan pintu masuk langsung disambut stand rokok yang sama sekali tidak menampilkan atribut tempo dulu.

Salah satu panitia ‘Situbondo Tempoe Doeloe 25' Rudi, menerangkan jika dirinya sebenarnya berharap pedagang yang berjualan bisa menyesuaikan dengan menyuguhkan barang yang jadul-jadul.

'Tapi malah yang banyak masuk kok UMKM yang jualannya makanan-makanan masa kini,' terangnya seraya tertawa kecil.

Dia tidak membantah jika peserta ‘Situbondo Tempoe Doeloe 25' yang benar-benar membawa konsep jadul sangat sedikit.

'Sebenarnya ini kolaborasi dengan FKKS (Forum Komunikasi Kuliner Situbondo).

Ya kita tekankan bagaimana nuansa tempo dulu benar-benar dihadirkan, akhirya ya itu, stand-stand dihiasi kain-kain tempoe dulu.

Kita sudah menyerahkan kepada FKKS,' pungkas Rudi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo hari ini #event #pasar malam